Ketua Flobamora Mimika Imbau Warga NTT Waspadai Risiko Bekerja di Pedalaman
- 16 Sep 2026 23:04 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Ketua Flobamora Kabupaten Mimika, Gabriel Zezo, mengimbau masyarakat asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hendak mencari pekerjaan di wilayah pedalaman Papua agar mempertimbangkan faktor keamanan dan tidak mudah tergiur dengan berbagai tawaran maupun janji perlindungan. Gabriel menegaskan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melarang warga NTT mencari nafkah di wilayah pedalaman.
Namun, sebagai bagian dari organisasi paguyuban masyarakat NTT, ia merasa perlu menyampaikan imbauan agar warga lebih berhati-hati mengingat situasi keamanan di sejumlah wilayah pedalaman yang memiliki risiko tinggi. “Kami sebagai Ketua Flobamora Kabupaten Mimika tidak bisa melarang, kami hanya bisa mengimbau. Dengan situasi di pedalaman, siapa saja bisa menjadi korban, bukan saja orang NTT atau pendatang,” ujar Gabriel.
Menurutnya, warga yang hendak bekerja di pedalaman sebaiknya tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan perlindungan, termasuk tokoh masyarakat maupun pihak lain yang dikenal di lokasi. Ia mengingatkan bahwa kondisi di lapangan dapat berubah dan tidak selalu dapat dikendalikan oleh orang yang sebelumnya memberikan jaminan keamanan.
“Jangan tergiur dengan iming-iming ada yang melindungi di pedalaman, seperti pendeta atau kepala suku. Setelah sampai di sana, belum tentu bisa membendung orang-orang yang sedang berjuang,” katanya.
Gabriel secara khusus menyarankan warga NTT yang tidak memiliki ikatan dinas untuk mempertimbangkan pekerjaan di wilayah perkotaan atau lokasi yang dinilai lebih aman. “Bagi saudara-saudara dari NTT yang mencari makan di pedalaman, saya sarankan bisa mencari di tempat lain, di kota-kota. Jangan di pedalaman karena risikonya sangat besar,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa keputusan untuk merantau dan mencari penghidupan harus tetap disertai kewaspadaan. Menurutnya, keselamatan diri merupakan hal yang tidak dapat digantikan dengan materi.
Sementara bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun pekerja perusahaan yang mendapat penempatan di wilayah pedalaman, Gabriel meminta agar mereka tidak bekerja atau bepergian seorang diri tanpa koordinasi dengan pihak keamanan. Menurut dia, apabila penempatan ke wilayah pedalaman merupakan bagian dari tugas kedinasan, maka perlindungan dapat dikoordinasikan melalui pemerintah daerah maupun instansi yang menugaskan.
“Kalau memang di pedalaman, tanyakan kepada bupati sehingga bupati bisa memerintahkan aparat keamanan untuk melindungi. Jangan pernah jalan sendiri,” katanya.
Ia juga meminta pegawai maupun perusahaan yang membawa pekerja ke wilayah pedalaman untuk berkoordinasi dengan aparat keamanan, baik TNI maupun Polri. “Kalau memang pegawai negeri atau dari perusahaan yang membawa, berkoordinasilah dengan aparat keamanan dari TNI maupun Polri. Jangan pernah mengandalkan orang-orang yang kita kenal,” katanya.
Gabriel juga menyampaikan pesan kepada warga NTT yang saat ini masih berada di wilayah pedalaman, khususnya mereka yang tidak memiliki ikatan dinas. Ia menyarankan agar mereka mempertimbangkan mencari pekerjaan di lokasi lain yang tingkat keamanannya lebih terjamin.
“Untuk saudara-saudara yang masih di pedalaman dan mungkin tidak terikat dengan ikatan dinas, lebih baik mencari pekerjaan lain yang lebih aman,” ujarnya.
Sedangkan bagi warga yang bekerja karena penugasan resmi, ia kembali mengingatkan pentingnya meminta perlindungan dan melakukan koordinasi melalui jalur pemerintah maupun pimpinan instansi. “Kalau untuk saudara-saudara yang bekerja di instansi, mohon perlindungan kepada aparat keamanan, tentu melalui jalur bupati atau kepala dinas yang membawa mereka. Selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan ke mana pun, misalnya ke pedalaman atau jauh dari kota,” ujar Gabriel.
Gabriel berharap imbauan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat NTT sebelum mengambil keputusan untuk bekerja di wilayah pedalaman Mimika. Ia menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan diri dan tetap menjalin komunikasi dengan pemerintah maupun aparat keamanan ketika menjalankan tugas di wilayah yang memiliki risiko keamanan tinggi. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....