P3B2 NTT Mengirim 450 Ternak Babi ke Sumba
- 14 Sep 2026 09:29 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berhasil memfasilitasi Perkumpulan Peternak dan Pedagang Babi (P3B2) mengirim 450 ternak ke wilayah Sumba. Pengiriman dilakukan melalui Pelabuhan Bolok, Kabupaten Kupang pada Sabtu, 12 September 2026 menuju Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.
"Begitu banyak perjuangan kami, kurang lebih empat hingga lima bulan dan itu sangat melelahkan. Hari ini kami ada di pelabuhan Bolok untuk memberangkatkan semua kendaraan sesuai kesepakatan bersama," kata Ketua P3B2 NTT, Marten Bili saat diwawancarai RRI Kupang, Sabtu, 12 September 2026.
Menurut Marten Bili pengiriman ternak babi merupakan kolaborasi antara Pemprov NTT, DPRD, dan KSOP Kelas III Kupang. Kerja sama multi-sektor ini diharapkan terus berlanjut untuk mendukung para peternak dalam memenuhi kebutuhan daging dan menekan angka jual.
"Kami betul-betul berharap kepada pemerintah daerah untuk mempermudah pengiriman, sehingga usaha kami boleh berjalan dengan baik. Atas nama teman-teman kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Wakil, Kadis Peternakan Provinsi NTT, seluruh anggota DPRD terlebih bapak Simson Polin yang telah mengawal kami, dan ASDP Kupang," ucap Ketua P3B2 NTT, Marten Bili.

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi NTT, Simson Polin menyatakan dukungannya untuk mengawal pengiriman ternak babi yang sempat terkendala. Pihaknya terus mendorong pemerintah untuk menyediakan armada khusus yang dapat mengangkut ternak babi antarpulau.
"Kita di NTT ini ada lima kapal ternak yang ada di Pelabuhan Tenau, tetapi di situ tidak menjelaskan pengangkutan ternak Babi. Karena itu, kemarin kami sudah sampaikan kepada pemerintah untuk mengusulkan kepada kementrian terkait untuk bisa dimasukkan nomenklatur untuk ternak babi," kata Simson Polin saat diwawancarai melalui panggilan telepon.
Anggota Dewan dari fraksi PSI, Simson Polin mengatakan ternak babi bukan sekedar komoditas pangan tetapi bagian dari budaya NTT. Ia menjelaskan bahwa pengiriman ternak babi juga memberikan dampak ekonomi bagi peternak yang ada di Kupang maupun di Sumba.
"Kita tahu bahwa ternak babi ini adalah ternak budaya yang sering dipakai saat acara pernikahan, duka, sehingga kebutuhan akan hewan ininsangat tinggi. Ketika jumlah ternak Babi di Sumba Timur tercukupi, saya yakin harganya akan turun, sehingga perputaran ekomominya jalan," kata Ketua DPD PSI Kabupaten Rote Simson Polin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....