Bupati Sumba Barat Hadiri Pentabisan GKS Jemaat Pu'uweri
- 29 Agt 2026 16:17 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba — Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, SH menghadiri sekaligus menyampaikan sambutan dalam Ibadah Pentahbisan Pendeta GKS Jemaat Puu Weri, Vic. Benggelin Christien Asmaryati Riwu, S.Si., Teol., di GKS Jemaat Puu Weri, Jumat (28/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan ucapan selamat dan proficiat atas diteguhkan dan ditahbiskannya Pendeta Benggelin dalam panggilan pelayanan sebagai seorang pendeta.
Bupati Yohanis Dade menegaskan, pentahbisan pendeta bukan sekadar seremoni, melainkan momentum iman ketika seorang hamba Tuhan secara khusus dipanggil untuk melayani Tuhan dan umat-Nya. Menurutnya, panggilan menjadi pendeta merupakan panggilan yang mulia sekaligus berat. Seorang pendeta tidak hanya bertugas berkhotbah di atas mimbar, tetapi juga harus hadir di tengah kehidupan umat, mendengar pergumulan, menguatkan yang lemah, menghibur yang berduka, menegur yang salah, serta membawa umat semakin dekat kepada Tuhan.
| Baca juga: Pemda Sumba Barat Gelar Renungan Suci di TMP |
Mengangkat tema “Hamba yang Dipanggil untuk Memulihkan Kerapuhan Umat-Nya”, Bupati menilai tema tersebut sangat relevan dengan kehidupan gereja dan masyarakat saat ini. Ia menyebut berbagai bentuk kerapuhan dapat ditemukan dalam kehidupan, mulai dari kerapuhan iman, keluarga, ekonomi, relasi sosial hingga kerapuhan harapan. Karena itu, kehadiran seorang hamba Tuhan di tengah umat bukan untuk menghakimi mereka yang rapuh, melainkan untuk hadir, merawat, menguatkan dan memulihkan.
Bupati juga mengingatkan Pendeta Benggelin agar tidak melupakan perjalanan panjang pelayanan selama masa vicariat. Sepuluh tahap pelayanan yang telah dilalui, menurutnya, bukan sekadar proses administratif menuju pentahbisan, tetapi merupakan “sekolah kehidupan dan sekolah pelayanan” yang mempertemukan Pendeta Benggelin dengan berbagai karakter jemaat, konteks kehidupan, pergumulan masyarakat dan dinamika pelayanan. Analingu, Wailawa, Puu Weri, Pogo Bina, Sobawawi, Wone, Waimanu dan Tunukatega disebut telah menjadi bagian dari sejarah perjalanan panggilan pelayanannya.
“Setelah pentahbisan ini, gelar dan jabatan pelayanan akan melekat pada Saudari. Namun lebih penting dari gelar tersebut adalah karakter seorang hamba. Jadilah pendeta yang dekat dengan umat. Jadilah pendeta yang mau mendengar sebelum berbicara,” pesan Yohanis Dade. Ia juga mengingatkan agar Pendeta Benggelin tetap rendah hati dalam menjalankan amanah pelayanan. Kepada keluarga besar GKS Jemaat Puu Weri, Bupati berharap kehadiran pendeta yang baru dapat menjadi berkat bagi kehidupan gereja dan masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat peran gereja sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun karakter, keluarga dan kehidupan sosial yang damai.
Dalam kesempatan itu, Bupati turut mengenang almarhum Pdt. Hendrik Chang yang sebelumnya melayani GKS Jemaat Puu Weri serta menyampaikan apresiasi kepada Ibu Nice Babys atas pengabdian dan ketulusannya dalam mendampingi almarhum.
Menutup sambutannya, Yohanis Dade kembali menyampaikan selamat kepada Pendeta Benggelin dan mendoakan agar pelayanannya membawa pemulihan bagi umat. “Jangan takut menghadapi lembah tulang-tulang kering dalam pelayanan. Sebab Tuhan yang memanggil adalah Tuhan yang memperlengkapi. Tuhan yang mengutus adalah Tuhan yang menyertai,” ujarnya. Ia berharap semakin banyak kehidupan dipulihkan, keluarga dikuatkan, anak-anak muda menemukan harapan, dan umat semakin bertumbuh dalam iman. (Jl)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....