Dari Nada Merah Putih, RRI dan RMS Galang Dana Bagi Korban Gempa Flores

  • 29 Agt 2026 09:04 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Irama lagu dan kepedulian menyatu di panggung Konser Amal Merah Putih. Radio Republik Indonesia RRI Kupang bersama Rumah Musik Siloam RMS menggelar konser selama dua hari, 26-27 Agustus 2026, untuk menggalang dana bagi korban gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Ketua Dewan Pengawas LPP RRI Anwar Mujahid Adhy Trisnanto mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan untuk masyarakat Flores yang terdampak bencana. "Kami tergerak untuk melakukan sesuatu. Berapapun dana yang terkumpul, saya menganggap hati yang tergerak itu jauh lebih penting," kata Anwar di Kupang, Rabu 26 Agustus 2026.

Ia mengajak masyarakat menunjukkan kepedulian kepada korban gempa Flores melalui doa maupun bantuan sesuai kemampuan. "Mudah-mudahan kegiatan ini mampu menggerakkan hati yang punya kepedulian. Minimal mendoakan saudara-saudara kita di Flores, dan kemudian bisa membantu," ujarnya.

Anwar menambahkan, pelibatan masyarakat dalam konser ini juga bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RRI pada 11 September 2026. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah dana, tetapi dari banyaknya masyarakat yang peduli terhadap korban bencana.

"Yang paling penting adalah jumlah hati yang tergerak untuk peduli terhadap saudara kita yang sedang mengalami bencana," ucapnya.

Pose bersama para Pimpinan RRI dengan Mitra terkait dalam kegiatan Konser Amal Merah Putih.(Foto: Wiwin Ngari)

Sementara itu, Ketua Yayasan Karya Musik Siloam Adriana Bunna Kalla pada saat yang sama juga mengatakan, RRI Kupang selama ini menjadi mitra penting dalam pengembangan talenta seni anak di NTT.

"RRI Kupang adalah mitra kami. Panggung ini menjadi kekuatan bagi kami di NTT, khususnya Kota Kupang, untuk menyiapkan anak-anak NTT dengan talenta yang Tuhan titipkan," kata Adriana.

Ia menyebut, kerja sama dengan RRI juga menjadi upaya membina anak-anak melalui seni sekaligus menanamkan nilai kepedulian dan kemanusiaan.

Adriana berharap, pendidikan seni sejak dini dapat membentuk generasi yang peduli, semangat berbagi, dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat.

"Mendidik anak-anak dari usia kecil agar mereka tahu apa arti memberi dan apa arti mengasihi. Itulah moto kami," ujarnya.

Ia juga berharap kolaborasi ini terus melahirkan generasi pencinta seni berprestasi yang mampu membawa nama NTT ke tingkat nasional hingga internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....