Dinas Pendidikan Rote Ndao Siapkan Strategi Jaga Kondisi Peserta FTBI
- 29 Agt 2026 16:05 WIB
- Kupang
Poin Utama
- Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao meminta sekolah memerhatikan kondisi kesehatan peserta FTBI 2026 karena beberapa perlombaan berlangsung hingga dini hari.
- Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 melibatkan 303 peserta dari jenjang pendidikan SD-SMP yang berkompetisi dalam lima mata lomba.
- Acara FTBI diselenggarakan selama dua hari dengan lokasi di Rumah Jabatan Bupati dan Lapangan Christian Nehemia Dillak di Rote Ndao.
RRI.CO.ID, Rote - Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao meminta sekolah memperhatikan kondisi peserta Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026. Langkah tersebut dilakukan karena sebagian perlombaan berlangsung hingga dini hari.
FTBI tahun ini melibatkan 303 peserta dari jenjang pendidikan SD-SMP dalam lima mata lomba. Perlombaan berlangsung selama dua hari dengan lokasi kegiatan di Rumah Jabatan Bupati dan Lapangan Christian Nehemia Dillak.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Rote Ndao, Febriana Fanggidae, mengakui peserta berpotensi mengalami kelelahan. Terlebih, beberapa kategori dijadwalkan berlangsung hingga sekitar pukul 01.30 WITA.
Febriana meminta sekolah tidak membawa seluruh peserta ke lokasi sejak awal kegiatan malam. Peserta yang memiliki jadwal tampil belakangan dapat menunggu di rumah keluarga atau tempat singgah.
“Mungkin ada pendampingnya di lapangan, ketika jadwal mendekat baru mereka bergeser ke lapangan,” ujar Febriana yang juga sebagai Ketua Panitia Pelaksana. Menurutnya, pola tersebut dapat membantu peserta menjaga kondisi sebelum tampil.

Pengaturan jadwal dilakukan karena panitia menghadapi 303 peserta dengan waktu pelaksanaan hanya dua hari. Panitia membagi kegiatan menjadi sesi pagi, sore, malam, dan dini hari.
Febriana mengatakan durasi penampilan kebalai turut memengaruhi jadwal perlombaan. Durasi yang diharapkan lima hingga tujuh menit berkembang menjadi sekitar sepuluh menit.
“Kami juga kasihan dengan anak-anak karena waktu yang larut malam membuat mereka lelah,” katanya. Namun, keterbatasan waktu dan anggaran membuat panitia harus mengoptimalkan pelaksanaan.
Dinas Pendidikan berharap sekolah, guru, orang tua, dan panitia bersama-sama memastikan peserta tetap mendapatkan pendampingan. Dengan demikian, FTBI dapat berjalan lancar tanpa mengurangi semangat anak-anak dalam melestarikan bahasa dan budaya daerah. (Radja)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....