Dinas Pendidikan Rote Ndao Jelaskan Jadwal FTBI hingga Dini Hari

  • 29 Agt 2026 16:02 WIB
  •  Kupang
Poin Utama
  • Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 di Rote Ndao berlangsung hingga dini hari karena jumlah peserta yang banyak dan keterbatasan waktu pelaksanaan.
  • Kegiatan ini diikuti 303 peserta yang tampil dalam lima mata lomba berbeda.
  • Festival berlangsung selama dua hari di Rumah Jabatan Bupati dan Lapangan Christian Nehemia Dillak.

RRI.CO.ID, Rote - Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao menjelaskan alasan jadwal Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 berlangsung hingga dini hari. Kondisi tersebut dipengaruhi jumlah peserta dan keterbatasan waktu pelaksanaan.

FTBI 2026 diikuti 303 peserta yang tampil dalam lima mata lomba. Kegiatan berlangsung selama dua hari di Rumah Jabatan Bupati dan Lapangan Christian Nehemia Dillak.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Rote Ndao, Febriana Fanggidae, mengatakan panitia telah mengatur jadwal seefisien mungkin. Penyesuaian dilakukan sejak rapat teknis untuk menghindari perlombaan berlangsung hingga pagi.

“Sesuai DPA kami, hanya tersedia waktu dua hari,” kata Febriana yang juga Ketua Panitia Pelaksana. Karena itu, perlombaan dibagi dalam sesi pagi, sore, malam, hingga beberapa penampilan dini hari.

Menurut Febriana, durasi lomba kebalai menjadi salah satu faktor yang memperpanjang waktu kegiatan. Panitia dan tim juri sebelumnya menawarkan durasi lima hingga tujuh menit untuk setiap penampilan.

Namun, pembimbing peserta meminta durasi penampilan menjadi sepuluh menit. Kondisi tersebut membuat sejumlah penampilan berakhir hingga dini hari.

Febriana menyebut pelaksanaan FTBI tahun sebelumnya bahkan berlangsung hingga sekitar pukul 02.30 dini hari. Tahun ini, panitia berupaya memperpendek waktu penyelenggaraan dibanding pelaksanaan sebelumnya.

“Sebenarnya kami ingin anak-anak tidak berlomba hampir subuh karena pasti mengantuk dan lelah,” jelas Febriana. Sekolah kemudian diminta menyiapkan rumah singgah bagi peserta yang menunggu jadwal tampil.

Panitia berharap pengaturan tersebut membantu peserta tetap beristirahat dan menjaga kondisi sebelum perlombaan. FTBI tetap diarahkan menjadi ruang pelestarian bahasa ibu sekaligus pengembangan bakat generasi muda. (Radja)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....