Wakil Bupati Buka Festival Sastra Sumba 2026

  • 25 Agt 2026 17:44 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba — Festival Sastra Sumba 2026 yang dirangkaikan dengan Lokakarya Penulisan Puisi Berbasis Tradisi Lisan Sumba resmi dibuka Wakil Bupati Sumba Barat, Thimotius Tede Ragga, S.Sos., di Waikabubak, Jumat 21 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi penyair, sastrawan, guru, siswa, penulis, serta peserta dari berbagai kabupaten di Pulau Sumba untuk menggali kekayaan tradisi lisan dan mengembangkannya dalam karya sastra.

Dalam sambutannya, Thimotius Tede Ragga mengapresiasi para narasumber dan Komunitas Seni Sastra Budaya Sumba (SSBS) yang telah menggagas festival tersebut. Menurutnya, Festival Sastra Sumba merupakan langkah strategis untuk mengangkat, memperkuat, dan memperluas sastra lokal yang berbasis bahasa serta budaya Sumba.

Wakil Bupati menegaskan bahwa ilmu pengetahuan, iman, nilai sastra, dan nilai-nilai leluhur merupakan roh yang membentuk karakter, identitas, serta jati diri masyarakat Sumba. Ia menyebut kekayaan budaya Sumba tidak hanya terdapat dalam ritual, seni pertunjukan, tenun, dan arsitektur tradisional, tetapi juga tersimpan dalam bahasa, nyanyian adat, cerita rakyat, syair, ungkapan, petuah leluhur, dan berbagai tradisi lisan yang diwariskan antargenerasi.

Ia menjelaskan, tradisi lisan merupakan “perpustakaan hidup” masyarakat yang menyimpan ingatan tentang asal-usul, hubungan manusia dengan alam, hubungan antarmanusia, serta nilai kehidupan. Ketika tradisi tersebut dituangkan dalam puisi, masyarakat tidak hanya menghasilkan karya sastra, tetapi juga merekam ingatan, menjaga identitas, merawat bahasa, dan mewariskan kebudayaan.

Tradisi seperti Nyale, Pasola, Wulla Poddu, nyanyian adat, cerita rakyat, dan narasi leluhur dinilai memiliki nilai spiritualitas, solidaritas, keberanian, serta penghormatan terhadap alam. Thimotius berharap kekayaan budaya Sumba tidak berhenti sebagai tontonan atau agenda tahunan, melainkan terus dihidupkan melalui karya sastra, pendidikan, buku, media digital, dan berbagai ruang kreatif.

Ia juga menilai sastra memiliki hubungan erat dengan pembangunan pariwisata, karena wisatawan tidak hanya perlu menikmati keindahan alam Sumba, tetapi juga mengenal cerita, bahasa, tradisi, seni, dan nilai budaya masyarakat setempat. Melalui Festival Sastra Sumba 2026, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat mendorong sastra, kebudayaan, kreativitas, pengetahuan, dan sumber daya manusia menjadi bagian dari kekuatan pembangunan daerah.

Sastra diharapkan menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan, sehingga suara leluhur tetap hidup sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda Sumba. (Jl)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....