Wakil Bupati Tutup Turnamen Voli Pesta Paroki Waikabubak

  • 20 Agt 2026 21:55 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba — Wakil Bupati Sumba Barat, Thimotius Tede Ragga, S.Sos, secara resmi menutup Open Turnamen Bola Voli Pesta Paroki Santo Petrus dan Paulus Waikabubak, Rabu (19/8/2026). Turnamen tersebut digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Pesta Paroki Santo Petrus dan Paulus Waikabubak.

Kegiatan yang berlangsung sejak 1 hingga 19 Agustus 2026 itu dipusatkan di lingkungan SD dan SMP Katolik Waikabubak. Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, turnamen tersebut juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, kebersamaan dan sportivitas masyarakat.

Berdasarkan laporan panitia, kompetisi diikuti tim putra dan putri dengan memperebutkan uang pembinaan, piala, medali serta piagam penghargaan. Juara pertama mendapat Rp10 juta beserta piala bergilir, piala tetap, medali dan piagam. Juara kedua memperoleh Rp7 juta, juara ketiga Rp5 juta dan juara keempat Rp3 juta. Pada kategori putri, Queen A menjadi juara pertama, disusul Queen B, The Angel dan OMG.

Sementara kategori putra dimenangkan Sugar Daddy, diikuti BNN, ATM dan Sumba Barat Junior.

Pastor Paroki Santo Petrus dan Paulus Waikabubak menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan turnamen hingga selesai. Penghargaan khusus diberikan kepada Orang Muda Katolik (OMK) selaku panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan.

Wakil Bupati Thimotius Tede Ragga turut mengapresiasi keterlibatan OMK dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa iman tidak hanya diwujudkan dengan menjadi pendengar, tetapi juga melalui tindakan nyata dan keterlibatan dalam kehidupan bersama. “Iman bukan hanya menjadi pendengar, tetapi juga menjadi pelaku dari iman itu sendiri. Kegiatan seperti ini merupakan salah satu bentuk nyata keterlibatan dan pelayanan,” ungkapnya.

Atas nama pemerintah dan sebagai orang tua, Thimotius mengaku bangga terhadap prestasi para atlet. Ia berharap turnamen tersebut menjadi pengalaman untuk membangun mental juara, sportivitas dan disiplin. Menurutnya, kualitas dan perkembangan atlet lebih penting daripada hadiah yang diperoleh, sehingga para atlet diharapkan terus berkembang dan menjadi kebanggaan gereja, keluarga, bangsa serta masyarakat. (Jl)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....