Rote Mengajar 2026 Hadirkan Relawan Inspiratif di SDI Ndudale
- 24 Agt 2026 08:30 WIB
- Kupang
Poin Utama
- Keluarga besar SD Inpres Ndudale menyambut tim relawan Rote Mengajar 2026 dengan prosesi penyambutan yang meriah menggunakan tradisi adat setempat.
- Penyambutan berlangsung di Desa Baadale, Kecamatan Lobalain, pada Minggu, 23 Agustus 2026, dengan disertai penyematan kain selimut dan selendang khas Rote.
- Tarian tradisional ditampilkan untuk mengiringi kedatangan para relawan sebagai bagian dari upacara penyambutan yang penuh makna budaya.
RRI.CO.ID, Rote - Keluarga besar SD Inpres Ndudale menyambut tim relawan Rote Mengajar 2026 secara adat. Penyambutan berlangsung di Desa Baadale, Kecamatan Lobalain, Minggu, 23 Agustus 2026.
Prosesi penyambutan ditandai penyematan kain selimut dan selendang khas Rote. Tarian tradisional turut mengiringi kedatangan para relawan di sekolah tersebut.
Penyambutan berlangsung sekitar pukul 15.30 WITA dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Rote Ndao Morids D.E. Bulan. Camat Lobalain Marthen J. Huan juga turut menyambut kedatangan tim relawan.
Rote Mengajar 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Agustus 2026. Program bertema “Mai Fali E” dengan tagline Sehari Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi itu menjangkau 34 sekolah.
Sekolah sasaran tersebar pada jenjang SD, SMP, dan SMA di 11 kecamatan Kabupaten Rote Ndao. Program tersebut menghadirkan relawan dari berbagai latar belakang profesi untuk berbagi pengalaman.
Di SDI Ndudale, relawan berasal dari kalangan akademisi, kepolisian, ASN, tokoh agama, dan dokumentasi. Kehadiran mereka diarahkan untuk memperluas wawasan siswa mengenai pendidikan, profesi, serta berbagai pilihan masa depan.
Kepala Dinas PKO Rote Ndao Morids D.E. Bulan menegaskan dukungan pemerintah terhadap keberlanjutan Rote Mengajar. Menurutnya, program tersebut membantu memetakan sekaligus mendorong minat dan bakat peserta didik.
“Dukungan Pemda sangat tinggi karena program ini berdampak positif bagi peserta didik,” ujar Morids. Ia berharap cakupan program diperluas dan jumlah relawan ditambah untuk menjangkau sekolah pelosok.
Kepala SDI Ndudale Lince O. Lenggu mengapresiasi penetapan sekolahnya sebagai salah satu sasaran Rote Mengajar. Ia menilai kehadiran para profesional dapat memperluas wawasan sekaligus memperkuat cita-cita siswa.
Tokoh masyarakat Desa Baadale Mikron Polin menilai Rote Mengajar memberikan dampak positif bagi generasi muda. “Program ini bukan sekadar proses belajar mengajar biasa,” tuturnya.
Menurut Mikron, para siswa dapat mengenal berbagai profesi dan mendapatkan inspirasi dari figur berpengalaman. Kehadiran diaspora Rote Ndao yang sukses di luar daerah juga dinilai memperluas gambaran tentang peluang masa depan.
Program Rote Mengajar 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi pemerintah, sekolah, relawan, orang tua, dan masyarakat. Melalui semangat berbagi pengalaman, generasi muda Rote Ndao diharapkan berani bermimpi dan mempersiapkan masa depan. (Tim)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....