Empat Malam Tinggal di Luar, Warga Kisol Minta Pemerintah Perhatikan Korban Gempa

  • 19 Agt 2026 11:58 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Duka dan kecemasan masih menyelimuti warga Kisol, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, setelah gempa mengguncang wilayah tersebut. Sejumlah warga terpaksa meninggalkan rumah dan bertahan di luar karena bangunan mengalami kerusakan.

Salah seorang warga Kisol, Benediktus, mengatakan keluarganya harus bertahan di tempat terbuka selama empat malam. Pada malam pertama, mereka bahkan belum memiliki tempat perlindungan yang layak dan harus membangun base camp secara mandiri.

Benediktus, Warga Kisol. (Foto: Istimewa)

“Kami sekarang tinggal di luar. Sudah empat malam. Malam pertama kami tidak punya base camp. Kami kerja sendiri base camp,” ujar Benediktus, Selasa, 18 Agustus 2026.

Kondisi tersebut membuat warga, termasuk anak-anak dan para lansia, harus menghadapi malam dengan berbagai keterbatasan. Mereka terpapar dingin dan digigit nyamuk, sementara kebutuhan dasar masih menjadi persoalan.

Benediktus juga menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi rumah warga. Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan, mulai dari tembok yang retak hingga bagian rumah yang dikhawatirkan dapat runtuh.

“Di lantai-lantai dan tembok-tembok yang lain pecah,” katanya.

Kondisi Rumah Warga yang hampir Runtuh. (Foto: Istimewa)

Di tengah situasi tersebut, Benediktus berharap pemerintah segera turun tangan memberikan perhatian dan bantuan kepada warga terdampak, terutama dalam hal tempat tinggal sementara dan kebutuhan kesehatan. Ia secara khusus meminta bantuan obat-obatan karena banyak warga yang terdampak merupakan lanjut usia dan membutuhkan perhatian lebih.

“Dari kesehatan, tolong perhatikan obat-obatan untuk kami. Yang pertama sekali, kami ini sudah lansia, yang sudah tidak bisa buat apa-apa lagi,” tuturnya.

Kekhawatiran terbesar warga kini bukan hanya tentang kondisi mereka malam ini, tetapi juga tentang bagaimana menjalani kehidupan setelah bencana. Jika rumah mereka benar-benar tidak dapat ditempati kembali, mereka tidak tahu harus tinggal di mana dan bagaimana melanjutkan kehidupan.

“Kami sekarang masih berpikir dengan kehidupan kami. Bagaimana kehidupan kami selanjutnya,” kata Benediktus.

Warga berharap pemerintah tidak menunggu hingga muncul persoalan baru. Bantuan berupa tempat tinggal sementara, kebutuhan pokok, layanan kesehatan, serta obat-obatan dinilai sangat dibutuhkan agar warga dapat melewati masa sulit pascagempa.

Benediktus menutup kesaksiannya dengan satu harapan sederhana: agar suara warga yang terdampak gempa di Kisol didengar dan segera mendapat perhatian. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....