Warga Terdampak Gempa di Elar, Masih Menunggu Bantuan

  • 16 Agt 2026 22:27 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Warga Kelurahan Tiwu Kondo, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih bertahan secara mandiri pascagempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Pulau Flores. Berdasarkan informasi yang diterima RRI Kupang, Minggu 16 Agustus 2026, hasil assessment sementara di Golo Wunis RT 004/RW 002 dan Golo Suweng RT 003/RW 002, sebanyak 72 kepala keluarga (KK) atau 230 jiwa terdampak gempa.

Sebanyak 73 rumah warga mengalami kerusakan dengan rincian 11 rumah rusak berat, 36 rumah rusak sedang, dan 26 rumah rusak ringan. Hingga kini, warga setempat dilaporkan belum menerima bantuan.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus memenuhi kebutuhan mereka secara mandiri di tengah situasi pascagempa. Bahkan sebagian warga memilih mendirikan tenda darurat di luar rumah, pinggir jalan, maupun di lapangan kampung.

Langkah ini dilakukan karena masyarakat masih khawatir terhadap kondisi bangunan rumah yang mengalami kerusakan dan kemungkinan terjadinya gempa susulan. Sementara itu, kebutuhan mendesak warga saat ini meliputi makanan, air bersih, tenda, perlengkapan tidur, serta kebutuhan bagi bayi dan anak-anak.

Warga juga membutuhkan bantuan untuk memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan. Situasi semakin sulit dengan padamnya aliran listrik serta terbatasnya akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan dasar.

Masyarakat Kelurahan Tiwu Kondo berharap pemerintah, lembaga kemanusiaan, relawan, dan berbagai pihak terkait dapat segera turun tangan memberikan bantuan kepada warga terdampak, khususnya mereka yang kehilangan tempat tinggal atau tidak dapat menempati rumah karena mengalami kerusakan. Warga masih memilih bertahan di luar rumah karena khawatir terhadap kondisi bangunan yang rusak. (JR/Oya)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....