Hari Anak Nasional di Pene Utara, World Vision dan Mahasiswa: Ruang Ekspresi Anak
- 12 Agt 2026 16:18 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, TTS - Perayaan Hari Anak Nasional di Desa Pene Utara, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Sabtu 9 Agustus 2026, menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya ruang bermain dan berekspresi bagi anak secara berkelanjutan.
Kegiatan yang digelar di Lapangan SD GMIT Pene Utara ini merupakan kolaborasi World Vision International dan Mahasiswa KKNT GENTASKIN LLDikti Wilayah XV Batch 2.
Hampir 200 anak dari SMP Negeri 2 Amanuban Tengah, SD GMIT Pene Utara, SD Inpres Taeleu, PAR GMIT Ebenhaiser Pene Tunan, PAR GMIT Betlehem Tuamnanu, dan Kapela Kristus Raja tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan.
Berbeda dari kegiatan seremonial biasa, anak-anak tidak hanya menjadi peserta. Mereka diberi ruang untuk tampil sebagai pengisi acara dan mengikuti permainan yang disediakan.
Salah satu kegiatan yang paling diminati adalah permainan estafet. Permainan yang melibatkan anak dari kelas 1 SD hingga kelas 3 SMP itu dirancang untuk melatih kerja sama, komunikasi, dan kepercayaan antarsesama.
"Kami ingin anak ditempatkan sebagai subjek. Mereka punya suara, kreativitas, dan hak untuk berpartisipasi," kata perwakilan panitia dari Mahasiswa KKNT GENTASKIN.
Pendekatan ini menegaskan bahwa pemenuhan hak anak tidak cukup hanya dari sisi material. Anak juga membutuhkan lingkungan sosial yang aman dan inklusif untuk tumbuh kembang.
Kepala Desa Pene Utara mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai perayaan ini penting untuk memberikan ruang bagi anak berkumpul, bermain, dan berkreasi.
"Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena anak-anak membutuhkan ruang untuk bermain, belajar, berkumpul, dan mengekspresikan diri. Kegiatan seperti ini jangan hanya dilihat sebagai perayaan Hari Anak Nasional, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama untuk memberikan ruang yang baik bagi anak-anak di desa," ujarnya.
Ia juga menekankan perlunya komitmen pemerintah desa, orang tua, sekolah, dan tokoh masyarakat untuk menyediakan ruang bermain anak secara berkelanjutan, bukan hanya saat peringatan tahunan.
Kehadiran guru dan orang tua dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa ekosistem pendukung anak harus melibatkan banyak pihak agar tetap aman, sehat, dan mendidik.
Tingginya antusiasme hampir 200 anak menjadi cerminan bahwa kebutuhan anak terhadap ruang interaksi dan kreativitas masih besar.
Kolaborasi World Vision International dan mahasiswa KKNT ini diharapkan menjadi awal dari dialog sosial yang lebih panjang tentang pemenuhan hak partisipasi anak di desa.
"Pembangunan yang berorientasi pada anak tidak diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari sejauh mana anak diberi kesempatan nyata dalam kehidupan sosialnya," tutur Panitia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....