Pameran Pembangunan NTT 2026 Jadi Ladang Perputaran Ekonomi

  • 12 Agt 2026 14:45 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Pameran Pembangunan NTT 2026 bertajuk BASTEL (Bangun SDM, Tumbuhkan Ekonomi, Lajukan NTT) diharapkan menjadi wadah strategis untuk mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus menggerakkan perputaran ekonomi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi NTT, Drs. Adi Endezon Mandala, M.Si., saat memberikan penjelasan terkait keterbatasan tempat bagi pelaku UMKM yang ingin berpartisipasi dalam pameran, Rabu, 12 Agustus 2026.

Adi menjelaskan, pemerintah awalnya menyiapkan sebanyak 200 booth atau tenda secara gratis bagi pelaku UMKM selama 10 hari pelaksanaan pameran. Namun, antusiasme masyarakat ternyata jauh melampaui kapasitas yang tersedia.

“Animo pelaku UMKM untuk ikut berpartisipasi ternyata melebihi 200 booth, hampir menyentuh angka 600,” kata Adi.

Menurut Adi, tingginya animo tersebut tidak menjadi alasan bagi pemerintah untuk menutup kesempatan bagi pelaku UMKM lainnya. Pemerintah justru berupaya mencari solusi agar seluruh pelaku usaha tetap dapat mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Pemerintah, kata dia, sedang menyiapkan lokasi dan tenda tambahan melalui dukungan sejumlah sponsor, termasuk perbankan. Apabila kapasitas tambahan tersebut masih belum mampu menampung seluruh pelaku UMKM, pemerintah memberikan opsi kepada pelaku usaha untuk membawa tenda sendiri dan memanfaatkan lahan yang telah disiapkan.

“Tempatnya kami fasilitasi dan aliran listrik juga kami fasilitasi. Pelaku UMKM bisa membawa tenda, meja, kursi, serta produk masing-masing untuk dipasarkan,” katanya.

Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan upaya pemerintah agar pameran tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran ratusan pelaku UMKM dinilai berpotensi menciptakan transaksi barang dan jasa dalam jumlah besar.

Dengan demikian, aktivitas pameran diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan sektor riil dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Sementara itu, salah satu pelaku UMKM, Mama Sela dari UMKM Jagung Bakar, menyampaikan harapannya agar pemerintah memberikan kepastian kepada pelaku usaha yang telah mendaftar namun belum memperoleh tempat.

Ia mengaku telah melakukan pendaftaran dan datang langsung untuk memperoleh informasi mengenai kepastian lokasi berjualan. “Kami sudah daftar, tetapi belum mendapat informasi. Kami datang untuk menanyakan kepastian tempat supaya bisa ikut berjualan dan mencari nafkah di sini,” ujar Mama Sela.

Ia juga berharap pelaku UMKM lain yang belum mendapatkan tempat dapat memperoleh solusi, sehingga kesempatan untuk mendapatkan penghasilan melalui momentum pameran tetap terbuka. Adi menambahkan, pemerintah juga tengah melakukan pemetaan terhadap kapasitas setiap booth.

Apabila memungkinkan, satu tenda dapat ditempati lebih dari dua pelaku UMKM, terutama bagi usaha yang memiliki skala produk lebih kecil. Dengan berbagai solusi tersebut, Pemerintah Provinsi NTT berharap Pameran Pembangunan 2026 dapat menjadi ruang bersama bagi pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintah untuk memperkuat aktivitas ekonomi.

“Intinya, kita ingin semua bisa berpartisipasi dan menyukseskan pameran ini. Salah satu esensinya adalah memastikan terjadi transaksi barang, jasa, dan ekonomi sehingga sektor riil semakin bertumbuh secara signifikan,” ujar Adi.

Pameran Pembangunan NTT 2026 pun diharapkan tidak sekadar menjadi tempat memamerkan produk daerah, tetapi menjadi wadah nyata bagi UMKM untuk berkembang, memperluas pasar, meningkatkan transaksi, dan mendorong perputaran ekonomi masyarakat NTT. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....