Booth Gratis Diserbu UMKM, Antusiasme Pameran NTT 2026 Melonjak

  • 11 Agt 2026 14:11 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Antusiasme pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap Pameran Pembangunan NTT 2026 melonjak tajam. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat jumlah pendaftar mencapai sekitar 684 pelaku UMKM, jauh melampaui kuota awal sebanyak 200 booth gratis yang disediakan panitia.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi NTT, Drs.Adi E. Mandala,M.Si. mengatakan, tingginya minat tersebut menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi rakyat. Menurutnya, pemerintah kini sedang mencari solusi agar lebih banyak pelaku usaha tetap dapat terakomodasi dalam arena pameran.

“Kami memiliki surat perencanaan hanya 200 booth, tetapi faktanya teman-teman yang mendaftar untuk bisa berpartisipasi ini ada di angka sekitar 684 pelaku UMKM,” kata Ady Mandala saat diwawancarai RRI Kupang, Selasa, 11 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, seluruh booth tersebut disiapkan tanpa pungutan biaya sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan usaha kecil. Langkah itu diharapkan membantu UMKM memperluas pemasaran produk sekaligus meningkatkan daya saing usaha lokal.

“Di pameran ini kami menyiapkan 200 booth atau tenda untuk pelaku UMKM secara gratis, tidak berbayar, non rupiah, tidak ada pungutan apa pun,” ujarnya.

Ady Mandala menambahkan, pemerintah tidak ingin antusiasme ratusan pendaftar berakhir tanpa kesempatan berjualan. Karena itu, panitia sedang mengupayakan penambahan ruang partisipasi agar UMKM yang belum terdaftar tetap bisa ikut memasarkan produknya selama pameran berlangsung.

“Kelebihannya ini yang kita berusaha juga untuk mencari jalan keluar bagaimana tidak hanya 200 saja, tetapi yang tidak terdaftar juga bisa terakomodir di arena pameran,” katanya.

Pameran Pembangunan NTT 2026 dijadwalkan berlangsung pada 15–24 Agustus 2026 di halaman depan Hotel Harper Kupang. Pemerintah berharap kegiatan tersebut menjadi ajang pertemuan antara pelaku usaha, perbankan, dan masyarakat sehingga tercipta peluang kemitraan bisnis baru bagi UMKM daerah.

Selain menyediakan ruang promosi, pemerintah juga menghadirkan bank-bank Himbara dan Bank NTT untuk membuka akses pembiayaan usaha melalui program kredit usaha rakyat (KUR). Menurut Ady, pameran ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya memperkuat sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita memastikan bahwa ekonomi akan tumbuh, pertumbuhan sektor riil akan tumbuh secara signifikan. Karena itu lebih kepada dampak positifnya kepada pelaku UMKM,” ujarnya, menegaskan.

Data pemerintah menunjukkan UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian NTT. Tingginya jumlah pendaftar pada pameran tahun ini dinilai mencerminkan optimisme pelaku usaha lokal sekaligus menunjukkan geliat ekonomi daerah yang terus bergerak di tengah berbagai tantangan pembangunan. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....