Menko Pangan Soroti Pencurian Ikan Nasional
- 31 Jul 2026 18:52 WIB
- Kupang
Poin Utama
- Praktik pencurial ikan masih menjadi ancaman serius terhadap kedaulatan laut Indonesia dan kesejahteraan nelayan nasional.
- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengumumkan pemerintah menyiapkan langkah terpadu untuk mengatasi permasalahan tersebut.
- Kunjungan pemerintah ke Rote Ndao mencakup peninjauan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Desa Matasio, Kecamatan Rote Timur.
RRI.CO.ID, Rote - Praktik pencurian ikan masih mengancam kedaulatan laut Indonesia. Pemerintah menyiapkan langkah terpadu untuk melindungi nelayan nasional.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan hal itu di Rote Ndao, Kamis, 30 Juli 2026. Pernyataan disampaikan saat meninjau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Desa Matasio, Kecamatan Rote Timur.
Menurut Zulkifli Hasan, Indonesia kehilangan sekitar tiga juta ton ikan setiap tahun. Kerugian negara akibat pencurian itu mencapai ratusan triliun rupiah.
"Tiga juta ton ikan dicuri setiap tahun. Ratusan triliun kita rugi," kata Zulkifli Hasan.
Ia menyebut nelayan Indonesia masih lemah dalam menentukan harga hasil tangkapan. Keterbatasan fasilitas membuat mereka bergantung kepada tengkulak dan rentenir.
"Sementara nelayan kita tidak kuat karena tidak punya daya tawar," ujar Zulkifli Hasan. "Rezekinya akhirnya dibuang sama tengkulak atau rentenir."
Pemerintah kini memperkuat perlindungan nelayan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih. Program itu menjadi arahan langsung Presiden untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Kunjungan kerja tersebut didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Hadir pula Menteri Desa Yandri Susanto, Gubernur NTT Melki Laka Lena, dan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk. (Radja)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....