Menko Pangan Dorong Swasembada Garam dari Rote Ndao
- 30 Jul 2026 17:56 WIB
- Kupang
Poin Utama
- Pemerintah mempercepat pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, untuk mencapai swasembada garam nasional.
- Proyek K-SIGN bertujuan mengakhiri ketergantungan Indonesia terhadap impor garam dan menciptakan ribuan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan bahwa Indonesia dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia seharusnya mampu memenuhi kebutuhan garam secara mandiri.
RRI.CO.ID, Rote – Pemerintah mempercepat upaya mewujudkan swasembada garam nasional melalui pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Langkah ini diharapkan mengakhiri ketergantungan Indonesia terhadap impor garam sekaligus menciptakan ribuan lapangan kerja bagi masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat meninjau pembangunan KSIGN bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Kamis, 30 Juli 2026. Menurutnya, Indonesia yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia sudah saatnya mampu memenuhi kebutuhan garam secara mandiri.

Zulkifli Hasan mengatakan pembangunan kawasan industri garam modern merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kedaulatan pangan dan mengurangi ketergantungan impor. Ia menegaskan manfaat ekonomi produksi garam harus dinikmati masyarakat Indonesia, khususnya warga pesisir.

Saat ini pembangunan K-SIGN telah memasuki Tahap II dengan total kawasan mencapai 1.368,25 hektare dan potensi pengembangan hingga 10.764 hektare. Kawasan tersebut ditargetkan memproduksi garam berkualitas industri dengan kadar NaCl hingga 97 persen dan produktivitas mencapai 200 ton per hektare per tahun.
Selain meningkatkan produksi nasional, KSIGN juga diproyeksikan menyerap tenaga kerja lokal. Pemerintah akan menyiapkan pelatihan dan sertifikasi bagi masyarakat agar mampu mengelola industri garam modern serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Rote Ndao. (Radja)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....