Dr. Roland: Kupang Kota Konsumsi, Harga Pangan Sangat Bergantung Pasokan Luar
- 29 Jul 2026 19:33 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana (Undana) Dr. Roland E. Fanggidae menilai Kota Kupang merupakan daerah konsumsi yang masih sangat bergantung pada pasokan pangan dari luar wilayah.
Menurut Dr. Roland, kondisi tersebut membuat harga pangan di Kota Kupang lebih mudah mengalami kenaikan dibanding daerah yang memiliki basis produksi kuat.
Ia menjelaskan sebagian besar kebutuhan pangan masyarakat Kupang didatangkan dari berbagai daerah sehingga rantai pasok menjadi faktor sangat menentukan. “Kita tidak memiliki basis produksi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dari masyarakat,” kata Roland saat diwawancarai Pro 1 RRI Kupang, Rabu, 29 Juli 2026 lewat sambungan telpon.
Ketergantungan terhadap pasokan luar daerah menyebabkan stabilitas harga pangan sangat dipengaruhi biaya distribusi dan transportasi antarwilayah kepulauan. “Supaya stabilitas harga terjaga maka biaya distribusi dan transportasi inilah yang harus dipastikan,” ujarnya.
Roland menegaskan akar persoalan inflasi pangan di Kupang bukan semata-mata kenaikan harga di pasar tradisional. “Akar permasalahannya bukan di kenaikan harga saja, tetapi ada faktor-faktor lain yang perlu dianalisis,” katanya.
Ia menilai ekosistem transportasi antarwilayah di Nusa Tenggara Timur belum terbentuk secara optimal sehingga biaya logistik masih tinggi. “Kalau kita mau jujur, memang ekosistem transportasi kita ini sejauh ini belum terbentuk dengan baik,” ujar Roland.
Selain faktor distribusi, ia juga melihat kenaikan permintaan pada Juli dipengaruhi aktivitas sekolah dan meningkatnya belanja rumah tangga masyarakat. Menurutnya, kebutuhan masuk sekolah dan aktivitas ekonomi yang kembali bergeliat ikut mendorong peningkatan harga pangan.
Karena itu, Roland mendorong pemerintah tidak hanya mengandalkan gerakan pangan murah sebagai solusi jangka pendek pengendalian inflasi. “Solusi yang lebih panjang, kita perlu melihat intervensi pemerintah terhadap distribusi bahan baku kepada pasar,” ujarnya, menegaskan.
Ia menambahkan penguatan produksi lokal dan perbaikan transportasi antarwilayah harus menjadi prioritas agar ketahanan pangan Kota Kupang lebih berkelanjutan. “Akar permasalahannya ada pada penyelesaian soal biaya distribusi dan transportasi,” kata Roland, mengakhiri. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....