Sekolah Rakyat Terintegrasi Buka Jalan Pendidikan bagi Anak Kurang Mampu

  • 22 Jul 2026 16:37 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Kehadiran gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kupang menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih berkualitas. Dengan fasilitas yang lebih lengkap dan sistem pendidikan berasrama, sekolah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman sekaligus mendukung pengembangan karakter peserta didik.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kupang, Felipina Agustina Kale, S.Pd, M.Pd. mengaku bersyukur atas hadirnya gedung baru yang dinilai menjadi tonggak penting bagi peningkatan layanan pendidikan di daerah.

"Di tengah-tengah kita khususnya Kabupaten Kupang berdiri satu gedung megah," ujar Felipina saat diwawancarai lewat sambungan telpon, Senin, 13 Juli 2026.

Ia menjelaskan, sekolah kini didukung berbagai fasilitas penunjang seperti laboratorium dan perpustakaan modern yang jauh lebih memadai dibandingkan fasilitas pada masa perintisan program.

"Jumlah gedung dan fasilitas ini jelas berbeda sekali dengan rintisan yang ada pada masa sebelumnya," ujar Felipina.

Meski demikian, pengelolaan sekolah berasrama tetap memiliki tantangan, terutama dalam menjaga kondisi bangunan, mengelola operasional, serta memastikan kebersihan lingkungan tetap terpelihara.

"Tantangan terbesarnya ya bagaimana kita menjaga gedung yang ada termasuk manajemen operasional dan kebersihan fasilitas," kata Felipina.

Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, sekolah menerapkan program matrikulasi untuk memetakan kemampuan akademik siswa, khususnya kemampuan membaca, sehingga proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.

"Matrikulasi ini sangat penting karena kita perlu mengecek apakah kemampuan akademiknya sesuai dengan level sekolahnya," ujar Felipina.

Selain aspek akademik, pihak sekolah juga memberikan perhatian besar terhadap pendampingan psikososial dan pembentukan kebiasaan hidup mandiri bagi para siswa yang tinggal di asrama.

"Tinggal di asrama itu butuh pendampingan benar-benar tidak sekedar hadir tetapi juga memberi perhatian penuh," ujarnya.

Untuk menjaga kondisi psikologis siswa, sekolah menerapkan aturan kunjungan orang tua secara berkala disertai edukasi agar proses adaptasi anak di lingkungan asrama tetap berjalan dengan baik.

"Setiap bulan dua kali siswa boleh dikunjungi tetapi orang tua akan kami edukasi terlebih dahulu," kata Felipina.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan terus bersinergi mendukung keberlangsungan program Sekolah Rakyat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang menjadi sasaran utama.

"Harapan saya pemerintah tetap bersinergi mengawal program ini supaya peruntukannya jelas bagi masyarakat desil satu," ujar Felipina, mengakhiri. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....