Pemprov NTT Dukung PMII Perkuat Kewirausahaan Berbasis Program OVOP

  • 08 Jul 2026 08:53 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi gerakan mahasiswa yang berorientasi pada kewirausahaan. Komitmen tersebut disampaikan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat menerima audiensi jajaran pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Ruang Kerja Gubernur, Kupang, Selasa, 7 Juli 2026.

Audiensi dihadiri Ketua PKC PMII Bali Nusra Ahmad Muzakkir, Direktur LBH PMII Bali Nusra Bang Sahrul, Pengurus Bidang Perekonomian dan Investasi PMII Bali Nusra Yogi Pratama, Ketua Bidang Hubungan Antar Kelembagaan PKC PMII Bali Nusra Abdul Latif S. Wutun, serta Ketua PMII Kupang Farqhih Pradana. Turut mendampingi Gubernur, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Sonny Libing, Kepala Dinas ESDM Provinsi NTT Viktor Manek, dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT Noldy Pellokila.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua PMII Kupang Farqhih Pradana menyatakan kesiapan organisasinya untuk mendukung pelaksanaan program One Village One Product (OVOP) yang digagas Pemerintah Provinsi NTT. PMII berkomitmen tidak hanya berperan sebagai organisasi pergerakan, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan kewirausahaan melalui kolaborasi di sektor investasi.

"PMII kini bukan sekadar orasi tetapi ingin berwirausaha. Berkaitan dengan OVOP, kami juga ingin ambil bagian di dalamnya," ujar Farqhih.

Menanggapi hal itu, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menyambut positif komitmen PMII dan menegaskan pemerintah siap memberikan dukungan, terutama melalui penyediaan akses permodalan bagi mahasiswa yang ingin membangun usaha.

Menurut Gubernur, Pemerintah Provinsi NTT telah menjalankan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Masuk Kampus, yang saat ini telah diterapkan di Universitas Nusa Cendana (Undana). Program tersebut dirancang untuk membantu mahasiswa memperoleh pembiayaan usaha, bahkan ke depan akan diperluas melalui program KUR Masuk Sekolah.

"Saat ini Pemerintah Provinsi NTT telah melaksanakan program KUR Masuk Kampus yang sudah terlaksana di Undana. Jadi anak-anak yang punya keinginan bisnis kita sediakan KUR Masuk Kampus, ke depan akan kita buat KUR Masuk Sekolah," kata Gubernur.

Sebagai contoh keberhasilan kolaborasi mahasiswa dalam bidang kewirausahaan, Gubernur mengangkat produk Abon Ikan Tuna hasil kerja sama PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Kupang bersama UKM Al Ijtihad yang diluncurkan di Universitas Muhammadiyah Kupang pada 29 Juni 2026. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi PMII dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

Selain akses permodalan, Gubernur juga mendorong mahasiswa memanfaatkan peluang di sektor jaminan produk halal dan ekonomi syariah yang dinilai memiliki prospek besar di pasar nasional maupun internasional.

Sementara itu, jajaran PMII menyatakan siap memanfaatkan jejaring organisasi di tingkat regional untuk membantu mempromosikan produk UMKM NTT ke berbagai ajang internasional, termasuk pameran dan kegiatan berskala global seperti MotoGP.

Sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi mahasiswa tersebut diharapkan mampu memperkuat pengembangan UMKM, memperluas akses pasar, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi NTT yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....