Penutupan NYD III Lahirkan Semangat Baru Membangun Gereja Bersama

  • 06 Jul 2026 22:27 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang-Penutupan Nusra Youth Day (NYD) III di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, Maumere, Kabupaten Sikka, Minggu, 5 Juli 2026, menjadi penanda lahirnya semangat baru bagi ribuan Orang Muda Katolik (OMK) untuk melanjutkan karya pelayanan dan membangun Gereja bersama di tengah masyarakat. Mengusung tema "Berjalan Bersama Membangun Bangsa dan Gereja", NYD III mempertemukan OMK dari berbagai keuskupan di wilayah Nusa Tenggara dalam rangkaian pembinaan iman, kepemimpinan, persaudaraan, dan pengabdian sosial.

Berakhirnya kegiatan tersebut bukan menjadi akhir perjalanan, melainkan awal dari perutusan baru bagi setiap peserta. Perayaan Ekaristi penutupan dipimpin Uskup Labuan Bajo sekaligus Ketua Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Maximus Regus, didampingi Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, Uskup Maumere Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro, serta para imam pendamping OMK dari berbagai keuskupan.

Dalam homilinya, Mgr. Maximus Regus menegaskan bahwa semangat yang diperoleh selama Nusra Youth Day harus diwujudkan dalam tindakan nyata setelah para peserta kembali ke daerah masing-masing. Ia mengajak kaum muda untuk tidak takut menghadapi berbagai tantangan zaman, seperti krisis identitas, kelelahan batin, dan apatisme sosial.

Menurutnya, Gereja membutuhkan generasi muda yang berani melayani, menghadirkan harapan, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Pesan senada disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena.

Ia berharap semangat persaudaraan yang terbangun selama NYD III tidak berhenti di Maumere, tetapi terus hidup dalam karya nyata di lingkungan keluarga, paroki, sekolah, komunitas, hingga masyarakat luas. Gubernur mengajak OMK menjadi pelopor gerakan literasi, penggerak ekonomi kerakyatan, serta mengambil bagian dalam kehidupan sosial dan politik sebagai bentuk tanggung jawab membangun Gereja sekaligus bangsa.

Sementara itu, Ketua Koordinator Kepemudaan, Romo Dus Bone, menyebut NYD III sebagai momentum yang memperkuat persaudaraan lintas keuskupan sekaligus memperteguh komitmen Orang Muda Katolik untuk terus terlibat aktif dalam kehidupan Gereja dan masyarakat. Ia juga menggaungkan semangat "OMK Menyala. Nusra Youth Day 100 persen Katolik, 100 persen Indonesia."

Menurutnya, semangat tersebut menjadi pengingat bahwa kaum muda dipanggil untuk hidup beriman, mencintai tanah air, serta bijaksana dalam memanfaatkan ruang digital. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Ketua Komisi Kepemudaan KWI menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Sikka, Keuskupan Maumere, panitia, relawan, dan seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan NYD III.

Pada kesempatan yang sama diumumkan bahwa Keuskupan Labuan Bajo akan menjadi tuan rumah Nusra Youth Day IV pada tahun 2030. Dengan berakhirnya Nusra Youth Day III, ribuan Orang Muda Katolik membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman berkumpul bersama.

Mereka membawa semangat perutusan untuk menjadi saksi Kristus, memperkuat persaudaraan, membangun Gereja yang hidup, serta menghadirkan harapan dan perubahan positif di tengah masyarakat. (rsl/DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....