Gubernur NTT dorong OMK Aktif Berpolitik Demi Membangun Bangsa dan Gereja

  • 06 Jul 2026 22:34 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong Orang Muda Katolik (OMK) untuk mengambil peran aktif dalam kehidupan politik sebagai bagian dari panggilan membangun bangsa dan Gereja. Menurutnya, generasi muda tidak boleh hanya menjadi pengamat, tetapi harus hadir sebagai pelaku perubahan yang membawa nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri penutupan Nusra Youth Day (NYD) III di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, Maumere, Kabupaten Sikka, Minggu, 5 Juli 2026. Dalam sambutannya, Melki Laka Lena menegaskan bahwa politik merupakan ruang penting untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat dan menentukan arah pembangunan.

Karena itu, keterlibatan kaum muda dinilai menjadi kebutuhan agar lahir kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat dan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. "Kehidupan bersama ditentukan juga oleh siapa yang mengambil bagian dalam kehidupan politik. Mari membawa semangat Katolik dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan," katanya.

Menurut Gubernur, partisipasi politik tidak selalu dimaknai sebagai menjadi calon legislatif atau kepala daerah. Keterlibatan dapat dimulai dari kepedulian terhadap persoalan masyarakat, aktif dalam organisasi, mengawal kebijakan publik, hingga berkontribusi dalam proses pembangunan di lingkungan masing-masing.

Ia menilai Orang Muda Katolik memiliki modal kuat berupa pendidikan, semangat pelayanan, dan nilai-nilai iman yang dapat menjadi fondasi dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas. Melki juga mengingatkan agar generasi muda memanfaatkan ruang digital secara bijaksana, tidak hanya untuk menyampaikan kritik, tetapi juga menawarkan solusi dan menggerakkan aksi nyata bagi masyarakat.

Selain mendorong partisipasi politik, Gubernur mengajak OMK menjadi pelopor gerakan literasi dan penggerak ekonomi kerakyatan melalui kewirausahaan berbasis potensi lokal. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan generasi muda yang cerdas, mandiri, dan berani mengambil tanggung jawab di berbagai sektor kehidupan.

Ajakan tersebut sejalan dengan semangat Nusra Youth Day III yang mengusung tema "Berjalan Bersama Membangun Bangsa dan Gereja", yakni membentuk kaum muda yang beriman, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan. Dalam Perayaan Ekaristi penutupan, Ketua Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Maximus Regus, juga mengajak OMK untuk tidak bersikap apatis terhadap berbagai persoalan sosial.

Menurutnya, Gereja dan bangsa membutuhkan generasi yang berani hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi. "Dunia tidak berubah dengan komentar di media sosial. Dunia berubah ketika orang muda turun tangan," ujarnya.

Melalui Nusra Youth Day III, para peserta diharapkan kembali ke keuskupan masing-masing dengan komitmen baru untuk terlibat aktif dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan pelayanan Gereja. Semangat itu diharapkan melahirkan generasi muda Katolik yang mampu menjadi pemimpin berintegritas serta membawa perubahan positif bagi Nusa Tenggara Timur dan Indonesia. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....