Bandara D.C. Saudale Rote Siap Kembangkan Runway Jadi 2.200 Meter
- 22 Jun 2026 17:48 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Rote – Rencana pengembangan Bandara D.C. Saudale Rote terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satu agenda yang diusulkan adalah perpanjangan landasan pacu (runway) guna meningkatkan kapasitas layanan transportasi udara di wilayah selatan Indonesia tersebut.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) D.C. Saudale Rote, Yulius Kismono Ketika di wawancarai RRI di Ruang Kerjanya Senin, 22 Juni 2026 mengatakan usulan pengembangan bandara sejalan dengan aspirasi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Menurutnya, keberadaan transportasi udara sangat penting mengingat Rote Ndao merupakan daerah kepulauan sekaligus wilayah terluar di bagian selatan Indonesia.
“Karena memang daerah Rote ini ada di kepulauan dan wilayah terluar selatan Indonesia. Jadi transportasi udara menjadi salah satu sarana paling vital. Dengan adanya bandara yang mendukung transportasi, fungsi pertahanan dan tanggap bencana di kepulauan ini sangat penting,” ujarnya.
Saat ini panjang runway Bandara D.C. Saudale mencapai 1.650 meter. Untuk dapat melayani pesawat angkut besar seperti Hercules, landasan perlu diperpanjang menjadi sekitar 2.200 meter atau bertambah sekitar 550 meter. Sebelum pembangunan dilakukan, pemerintah akan terlebih dahulu menyusun review master plan, dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta Rencana Tata Tapak (RTT).
Yulius Kismono menjelaskan seluruh tahapan perencanaan tersebut diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua tahun. Jika seluruh proses berjalan lancar, pembangunan fisik perpanjangan runway dapat dimulai pada tahun 2029.
“Untuk studi, AMDAL dan RTT itu sekitar dua tahun. Kalau sekarang 2026, berarti 2027 dan 2028 untuk persiapan. Mudah-mudahan pada 2029 sudah bisa mulai dibangun apabila seluruh proses berjalan lancar,” katanya.
Selain meningkatkan kapasitas pelayanan penerbangan, pengembangan bandara juga berpotensi meningkatkan status Bandara D.C. Saudale sebagai bandara alternatif di Nusa Tenggara Timur. Kehadiran runway yang lebih panjang juga membuka peluang pengembangan rute penerbangan langsung yang menghubungkan sejumlah destinasi wisata di kawasan timur Indonesia. (RH)
Kata Kunci / Tags
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....