Pengamat Pendidikan Nilai Jalur Domisili SPMB NTT Belum Efektif
- 19 Jun 2026 18:01 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID - Kupang, Pengamat pendidikan, Dr. Marselus Robot menilai Sistem Penerimaan Murid Baru berdasarkan domisili tidak efektif dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan. Kebijakan tersebut dikatakan masih menyisakan persoalan di lapangan seperti belum meratanya kualitas pendidikan antarsekolah.
“Kita lihat berdasarkan jalur domisili itu tidak representatif lagi karena orang tetap saja melakukan urbanisasi mencari sekolah yang baik,” kata dosen Undana Kupang, Dr. Marselus Robot saat berbincang di program Bapote Pro 4 RRI Kupang, Kamis, 18 Juni 2026.
Selain itu, pelaksanaan SPMB melalui jalur prestasi, dijelaskan Dr. Marselus Robot, harus dilakukan secara transparan, objektif, dan adil. Menurutnya, proses seleksi harus didasarkan pada capaian prestasi yang dapat diverifikasi sehingga tidak menimbulkan polemik maupun kecurigaan di masyarakat.
“Untuk mengurangi risiko-risiko ketidakmerataan atau ketidakadilan memang harus melalui tes, meskipun agak susah juga saat memeriksa. Tetapi minimal mengurangi persoalan yang sedang kita alami,” ucap Dr. Marsel Robot.
Dosen Undana Kupang, Dr. Marsel Robot menyarankan pemerintah untuk mendirikan sekolah satelit sebagai langkah strategis mengatasi ketimpangan pendidikan. Hal ini dikatakan mampu mengatasi persoalan penumpukan pada sekolah-sekolah favorit dan memperluas akses pendidikan di wilayah-wilayah yang minim fasilitas.
“Kenapa disebut satelit karena itu adalah sekolah-sekolah yang menghambat urbanisasi di tahun pembelajaran baru, mereka daftar disitu karena kualitasnya sama. Tidak membangun sekolah baru, tapi sekolah yang sudah ada ditingkatkan dari segi guru maupun sarana, prasarananya,” ujarnya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....