Galungan Mengajarkan Syukur Kebersamaan dan Harmoni Kehidupan Umat Hindu
- 17 Jun 2026 17:37 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang - Hari Raya Galungan menjadi momentum bagi umat Hindu untuk memanjatkan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus meningkatkan kebersamaan dan keharmonisan sesama umat Hindu dalam kehidupan sehari-hari.
“Rasa syukur tersebut diwujudkan melalui persembahan penjor dan berbagai upakara sebagai simbol pengembalian sebagian kecil dari berkah alam berupa padi, buah-buahan, dan palawija yang selama ini menjadi sumber kehidupan manusia,” kata penyuluh agama Hindu, I Gusti Ayu Sukarmiasih saat siaran di RRI Kupang, Rabu, 17 Juni 2026.
Lebih lanjut, ia mengatakan penjor yang melengkung ke bawah memiliki makna filosofis yang mendalam. Selain melambangkan gunung sebagai sumber kemakmuran, bentuknya juga menjadi pengingat agar manusia senantiasa rendah hati atas segala rezeki dan kesejahteraan yang diterima.
“Galungan juga dipercaya sebagai waktu ketika para leluhur atau Pitara turun mengunjungi keturunannya. Momentum ini mengajarkan pentingnya menghormati asal-usul, sejarah, serta jasa orang tua dan leluhur yang telah membuka jalan kehidupan bagi generasi penerus,” tambah Asi.
Nilai tersebut mengingatkan umat agar tidak melupakan akar kehidupan dan senantiasa menjaga hubungan spiritual maupun moral dengan para pendahulu.
“Di sisi lain, Hari Raya Galungan memiliki makna sosial yang kuat sebagai perekat kebersamaan dan kedamaian. Tradisi Mebat atau memasak bersama menjelang Galungan serta Manis Galungan dengan saling mengunjungi keluarga dan kerabat menjadi simbol eratnya persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Melalui tradisi tersebut, ia menegaskan galungan menjadi momentum untuk menghilangkan sekat-sekat perbedaan, saling memaafkan, mempererat kembali tali silaturahmi yang sempat renggang, serta menumbuhkan semangat hidup rukun di tengah keberagaman.
Dengan demikian, Hari Raya Galungan tidak hanya menjadi perayaan kemenangan Dharma melawan Adharma, tetapi juga menjadi pengingat bagi setiap umat untuk terus memupuk rasa syukur, menjaga keharmonisan dengan Tuhan, sesama manusia, alam semesta, serta menghormati jasa para leluhur sebagai landasan kehidupan yang damai dan sejahtera.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....