Tahbisan Diakon Hadirkan Tali Kasih Merawat Harmoni Keberagaman

  • 02 Jun 2026 15:24 WIB
  •  Kupang

RRI.DO.ID, Kupang – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa pentahbisan diakon bukanlah puncak pencapaian sebuah perjalanan panggilan, melainkan awal dari pengabdian panjang untuk menghadirkan kasih Tuhan dalam upaya memperkuat persaudaraan, tali kasih dan merawat harmoni di tengah masyarakat yang beragam di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat menghadiri Perayaan Ekaristi Tahbisan Diakon di Kapela Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui yang dipimpin Uskup Keuskupan Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsRyang di hadiri Gubernur NTT, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada para uskup, formator, orang tua, keluarga, dan seluruh pihak yang telah mendampingi para calon diakon hingga tiba pada momentum penting tersebut.

Menurutnya, Pentahbisan diakon merupakan buah dari proses panjang pembinaan, pendidikan, doa, dan pengorbanan yang tidak hanya dijalani oleh para calon diakon, tetapi juga oleh keluarga dan Gereja yang terus mendukung perjalanan panggilan mereka. “Saya percaya bahwa tahbisan diakon ini bukan hanya sebuah capaian pribadi, tetapi sebuah panggilan iman untuk melayani Tuhan dan sesama dengan hati yang rendah dan tulus,” kata dr. Christian Widodo, Sabtu 30 Mei 2026.

Di hadapan para diakon yang baru ditahbiskan, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo mengingatkan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks. Arus informasi yang begitu cepat, polarisasi sosial, serta melemahnya nilai-nilai kebersamaan menuntut hadirnya figur-figur pelayan yang mampu menjadi penyejuk dan pemersatu.

Lebih lanjut, Wali Kota mengajak para diakon untuk membangun sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadirkan pelayanan yang menyentuh kebutuhan umat dan masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa hakikat kepemimpinan, baik dalam Gereja maupun dalam pemerintahan, bukan terletak pada jabatan yang dimiliki, melainkan pada kesediaan untuk melayani.

“Proficiat kepada para diakon yang hari ini menerima rahmat tahbisan. Tahbisan ini bukan tanda bahwa kita telah sampai pada tujuan, tetapi merupakan awal dari sebuah perjalanan panjang untuk menghadirkan kasih Tuhan di tengah dunia. Menjadi diakon, menjadi pemimpin, ataupun pejabat publik bukan soal seberapa tinggi jabatan yang dimiliki, melainkan seberapa dalam kita mau terjun melayani sesama,” ucapnya. (humas/anna)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....