Penguatan Ekonomi Lokal Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi NTT

  • 13 Jun 2026 09:35 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Penguatan ekonomi lokal dinilai menjadi strategi utama untuk mewujudkan kemandirian ekonomi Nusa Tenggara Timur (NTT). Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan daerah terhadap pasokan dari luar sekaligus meningkatkan daya tahan ekonomi.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Rio Khasananda menjelaskan, pemerintah daerah perlu memperkuat ketahanan dari sisi pasokan, produksi, dan efisiensi. Langkah itu dapat dilakukan melalui kelancaran distribusi barang, penguatan cadangan pangan, serta perluasan kerja sama antardaerah.

“Selain itu, pemerintah juga didorong meningkatkan produksi komoditas strategis di NTT. Dengan demikian, ketergantungan terhadap produk dari luar daerah dapat terus ditekan sehingga ekonomi lokal menjadi lebih kuat,” kata Rio saat diwawancarai RRI, Jumat, 12 Juni 2026.

Lebih lanjut, ia menegaskan bagi pelaku usaha, rekomendasi yang diberikan adalah meningkatkan efisiensi biaya produksi, memperbesar penggunaan bahan baku lokal, serta menerapkan pencatatan keuangan yang baik. Pengelolaan risiko harga dan nilai tukar juga dinilai penting, terutama bagi usaha yang berorientasi ekspor dan pariwisata.

“Momentum meningkatnya perhatian wisatawan terhadap NTT juga dinilai harus dimanfaatkan secara optimal. Pelaku usaha diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, dan memperkuat promosi sehingga semakin banyak wisatawan berkunjung ke daerah tersebut.,” ujarnya.

Di sisi masyarakat, penggunaan produk lokal dan pola belanja yang bijak menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi daerah. Pemanfaatan transaksi digital yang aman dan efisien juga dinilai dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

“Secara keseluruhan, kemandirian ekonomi NTT dapat diwujudkan melalui penguatan ekonomi lokal, peningkatan produksi pangan, perbaikan sistem logistik, perluasan hilirisasi komoditas unggulan, serta pengembangan kualitas UMKM. Seluruh langkah tersebut memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat,” katanya.

Meski kondisi geopolitik global masih menyimpan ketidakpastian, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat dengan pertumbuhan ekonomi yang berada di atas lima persen. Karena itu, masyarakat diajak tetap optimistis dan bersama-sama memanfaatkan potensi besar NTT untuk mengubah berbagai tantangan menjadi peluang penguatan ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....