Menjelang HUT Bhayangkara ke 80 Polda NTT Gelar Seminar The Art of Smart Parenting
- 10 Jun 2026 15:50 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Polda Nusa Tenggara Timur menggelar Seminar The Art of Smart Parenting bertema "Menjadi Orang Tua Hebat untuk Anak Hebat" dan "Kesehatan Mental dan Parenting", Selasa 9 Juni 2026, di Hotel Harper Kupang. Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 itu dibuka secara resmi oleh Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko.
Turut hadir para Pejabat Utama Polda NTT beserta istri, para Kapolres jajaran bersama Bhayangkari, serta narasumber utama Direktur SBMS sekaligus Praktisi USEFT, Agus E.H., bersama tim dari Yayasan Kesehatan Mental Keluarga (YKMK) Indonesia. Sementara Wakapolres jajaran, pejabat utama Polres, dan Bhayangkari mengikuti kegiatan secara virtual.
| Baca juga: Polda NTT Kedepankan Edukasi Pajak Kendaraan |
Mengusung semangat “Polda NTT Penuh Kasih” dan filosofi “Satu Kapal, Satu Arah, Satu Tujuan”, seminar ini menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya peran keluarga dalam membentuk generasi masa depan yang sehat secara mental, kuat secara moral, dan tangguh menghadapi tantangan zaman. Dalam sambutannya, Kapolda NTT mengingatkan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seminar atau forum berbagi teori pengasuhan, melainkan sebuah upaya bersama untuk membangun masa depan bangsa.
"Kita tidak sedang sekadar berkumpul untuk mendengarkan teori. Hari ini kita sedang menenun masa depan. Sebab masa depan bangsa ini tidak pernah dilahirkan dari meja-meja birokrasi atau dinginnya ruang sidang," ucap Kapolda.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi orang tua saat ini jauh berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Anak-anak tumbuh di tengah arus digital yang begitu cepat, dengan akses informasi tanpa batas yang dapat menjadi peluang sekaligus ancaman.
"Anak-anak kita tumbuh di dunia yang seolah tanpa sekat. Teknologi memberi mereka sayap untuk terbang ke mana saja, namun di saat yang sama juga membawa badai yang dapat memadamkan pelita dalam jiwa mereka," ujarnya.
Karena itu, Kapolda menilai smart parenting bukan sekadar metode pengasuhan, tetapi sebuah seni dalam mendampingi anak menghadapi perubahan zaman.
"Pola asuh yang cerdas adalah seni menjadi kompas yang menuntun arah ketika mereka tersesat di belantara informasi. Jika kita kehilangan seni ini, maka sunyinya hati anak-anak akan diisi oleh kebisingan dunia luar, mulai dari dunia malam, narkoba, perundungan hingga berbagai bentuk kejahatan jalanan," katanya. (VFZ)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....