Harga Pakan Ternak Naik akibat Melemahnya Rupiah
- 09 Jun 2026 16:41 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai memberikan dampak pada berbagai sektor usaha, termasuk perdagangan pakan ternak di Kota Kupang. Kenaikan harga bahan baku impor yang digunakan dalam industri pakan, ditambah meningkatnya biaya pengiriman, menyebabkan harga pakan ternak mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para pelaku usaha yang menjual kebutuhan pakan ternak. Sejumlah produk pakan untuk ayam, babi, maupun ikan mengalami penyesuaian harga akibat meningkatnya biaya produksi dan distribusi dari daerah pemasok.
Pemilik Toko Himalaya Indah Kupang, Tommy Prasetyo, kepada RRI Senin 10 Juni 2026, mengatakan kenaikan harga mulai terjadi dalam satu hingga dua bulan terakhir. Menurutnya, sebagian besar bahan baku pakan masih bergantung pada impor sehingga sangat dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Tommy menjelaskan bahwa hampir seluruh pelanggan menyampaikan keluhan terkait kenaikan harga tersebut. Namun demikian, para peternak tetap membeli pakan karena kebutuhan usaha ternak harus terus berjalan meskipun biaya produksi meningkat.
"Harga pakan cenderung naik dalam satu sampai dua bulan terakhir karena bahan bakunya impor. Hampir semua pelanggan mengeluhkan karena pakan ayam, pakan babi maupun pakan ikan semuanya naik. Kenaikannya sekitar lima belas hingga dua puluh ribu rupiah per karung," ucap Tommy kepada RRI, Senin 10 Juni 2026.
Menurut Tommy, dampak pelemahan rupiah tidak hanya terlihat pada harga jual pakan, tetapi juga pada rantai distribusi barang. Biaya ekspedisi yang semakin tinggi membuat pasokan pakan dari luar daerah menjadi lebih lambat dibandingkan sebelumnya.
Sebagian besar produk pakan yang dipasarkan di Kupang didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur. Sementara itu, bahan baku utama seperti bungkil kedelai atau soybean meal yang digunakan dalam pembuatan pakan masih berasal dari luar negeri. Kondisi ini menyebabkan harga produk sangat sensitif terhadap perubahan kurs mata uang.
Ia mengakui bahwa kenaikan harga tersebut mulai memengaruhi aktivitas penjualan. Meski pelanggan tetap ada, terutama peternak yang sudah menjadi langganan tetap, daya beli sebagian masyarakat mulai menurun karena harus menyesuaikan pengeluaran usaha mereka.
Selain itu, keterlambatan pasokan juga menyebabkan jumlah stok yang tersedia tidak selalu sama seperti sebelumnya. Dalam beberapa kesempatan, pasokan yang masuk ke wilayah Nusa Tenggara Timur mengalami penurunan sehingga memengaruhi ketersediaan barang di tingkat pengecer. (AI)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....