Peluang Ausbildung ke Jerman, Kepala BP3MI NTT: Kuliah Gratis dan Langsung Digaji
- 09 Jun 2026 16:15 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Kesempatan bagi generasi muda Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menempuh pendidikan sekaligus bekerja di Jerman kini semakin terbuka. Melalui program Ausbildung, lulusan SMA dan SMK berpeluang mengikuti pendidikan vokasi dan pemagangan di berbagai perusahaan Jerman dengan biaya pendidikan yang ditanggung sepenuhnya.
Program ini menjadi salah satu jalur yang tengah didorong Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT bersama lembaga kerja sama internasional Jerman, Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ). Selain membuka akses pendidikan berstandar Eropa, program tersebut juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengalaman kerja profesional di luar negeri.
Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida saat diwawancarai RRI Kupang, Senin, 8 Juni 2027 menjelaskan bahwa Ausbildung merupakan sistem pendidikan vokasi yang mengombinasikan pembelajaran teori di sekolah dengan praktik kerja langsung di perusahaan. Selama mengikuti program, peserta tidak hanya memperoleh pendidikan secara gratis, tetapi juga menerima penghasilan dari tempat mereka menjalani praktik kerja.
“Program Ausbildung ini memberikan kesempatan bagi lulusan SMA dan SMK untuk sekolah sekaligus bekerja di Jerman. Biaya pendidikan ditanggung dan peserta juga memperoleh gaji selama menjalani masa pemagangan,” ujar Suratmi Hamida.
Menurut Suratmi, program tersebut merupakan jalur resmi kerja sama pemerintah yang memberikan perlindungan penuh kepada peserta. Seluruh hak peserta, mulai dari jaminan kesehatan, perlindungan hukum, hingga standar pengupahan, diatur sesuai ketentuan yang berlaku di Jerman.
“Melalui skema resmi ini, seluruh hak pekerja dan peserta magang dilindungi secara ketat oleh hukum Jerman. Jaminan kesehatan, perlindungan kerja, hingga standar upah diberikan sesuai ketentuan yang berlaku bagi warga lokal,” katanya.
Salah satu tantangan yang sering dihadapi calon peserta adalah kemampuan bahasa Jerman. Namun, melalui kerja sama dengan GIZ, pelatihan bahasa Jerman mulai dari tingkat dasar hingga sertifikasi dapat diikuti dengan dukungan pembiayaan sehingga tidak menjadi beban bagi peserta.
Suratmi berharap peluang ini dapat dimanfaatkan oleh generasi muda NTT untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing di tingkat internasional. Selain membuka jalan menuju karier global, program Ausbildung juga diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas yang kelak dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah setelah kembali ke tanah air. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....