Mutu Pendidikan NTT Harus Jadi Perhatian Bersama
- 30 Mei 2026 15:05 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Asty Laka Lena menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan di Nusa Tenggara Timur harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.
Hal tersebut disampaikannya usai dilantik sebagai Ibunda Guru PGRI NTT dalam rangkaian kegiatan pembekalan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT di Aula El Tari Provinsi NTT, Jumat, 29 Mei 2026.
Pelantikan tersebut disaksikan oleh Gubernur NTT Melkiades Laka Lena, Bupati Kupang Yosef Lede, jajaran pengurus PGRI, civitas akademika UPG 1945 NTT, para guru, mahasiswa, serta sejumlah tokoh pendidikan dari berbagai daerah di NTT. Dalam sambutannya, Asty Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada para guru yang selama ini telah mengabdikan diri untuk mendidik generasi muda NTT.
Menurutnya, guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menentukan masa depan daerah. Ia mengatakan tugas guru tidak hanya sebatas menyampaikan materi pembelajaran di dalam kelas.
Sebagai Ibunda Guru PGRI NTT yang baru dilantik, Asty mengaku memiliki komitmen untuk ikut mendorong berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Ia menilai pendidikan merupakan sektor strategis yang harus mendapatkan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dipandang sebagai sebuah kegagalan, melainkan harus menjadi motivasi untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan fakta tersebut sebagai pemicu semangat dalam menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi dunia pendidikan di NTT.
"Peringkat ini harus menjadi cambuk bagi kita semua. Saya yakin di tengah keterbatasan, sering kali muncul kreativitas dan inovasi melalui kolaborasi," ucap Asty Laka Lena.
Ia menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau para guru. Dibutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk keluarga, masyarakat, dunia usaha, organisasi profesi, perguruan tinggi, hingga lembaga swadaya masyarakat.
Menurut Asty, kolaborasi menjadi kunci utama dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan yang masih dihadapi NTT. Dengan kerja sama yang baik, berbagai keterbatasan yang ada dapat diatasi melalui inovasi dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia secara maksimal.
Ia juga menyoroti pentingnya menghadirkan pendidikan yang layak, bermutu, dan inklusif bagi seluruh anak di Nusa Tenggara Timur. Setiap anak, tanpa memandang latar belakang sosial maupun kondisi geografis, berhak memperoleh akses pendidikan yang berkualitas.
Asty menilai pendidikan yang berkualitas merupakan fondasi penting untuk membangun generasi yang memiliki daya saing tinggi. Oleh karena itu, berbagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran harus terus dilakukan agar peserta didik mampu menghadapi perkembangan zaman dan persaingan global.
"Anak-anak NTT berhak mendapatkan pendidikan yang layak, bermutu, dan inklusif agar memiliki daya saing tinggi," katanya, menegaskan.
Selain berbicara mengenai kualitas pendidikan, Asty juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan guru. Menurutnya, guru merupakan ujung tombak pendidikan yang setiap hari berhadapan langsung dengan peserta didik dan berperan besar dalam membentuk masa depan generasi muda. (AI)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....