470 Mahasiswa UPG 1945 NTT Siap Mengabdi lewat Program Kukerta
- 30 Mei 2026 14:59 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Sebanyak 470 mahasiswa Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Nusa Tenggara Timur resmi mengikuti pembekalan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) sebelum diterjunkan ke berbagai wilayah pengabdian di NTT.
Kegiatan yang berlangsung di Aula El Tari Provinsi NTT, Jumat 29 Mei 2026, mengusung tema “Membangun Mahasiswa Kukerta yang Adaptif, Inovatif, dan Berdampak bagi Masyarakat”.
Pembekalan tersebut menjadi langkah awal bagi ratusan mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan di tengah masyarakat. Melalui program Kukerta, mahasiswa diharapkan tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di desa-desa yang menjadi lokasi pengabdian.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan pelantikan Asty Laka Lena sebagai Ibunda Guru PGRI NTT. Hadir dalam acara tersebut Gubernur NTT Melkiades Laka Lena, Bupati Kupang Yosef Lede, Rektor UPG 1945 NTT Ully Riwu Kaho, jajaran pengurus PGRI, para dosen, mahasiswa, serta sejumlah tokoh pendidikan di NTT.
Dalam sambutannya, Gubernur NTT Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu mendorong kemajuan masyarakat. Menurutnya, program Kukerta harus dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang sesungguhnya karena mahasiswa akan berhadapan langsung dengan berbagai persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan yang dihadapi masyarakat.
Gubernur NTT Melkiades Laka Lena mengatakan, pengalaman yang diperoleh selama berada di lokasi Kukerta akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam membangun karakter, kepemimpinan, serta kemampuan memecahkan masalah. Karena itu, ia meminta para peserta tidak hanya datang untuk menjalankan kewajiban akademik, tetapi benar-benar terlibat dalam kehidupan masyarakat dan memberikan solusi sesuai bidang keilmuan masing-masing.
"Mahasiswa harus memanfaatkan momentum ini untuk belajar langsung dari masyarakat sebagai bekal masa depan," ucap Gubernur NTT Melkiades Laka Lena.
Ia menambahkan, mahasiswa perlu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat agar keberadaan mereka dapat memberikan manfaat nyata. Menurutnya, keberhasilan program Kukerta tidak hanya diukur dari laporan akhir kegiatan, tetapi juga dari dampak yang dirasakan masyarakat setelah program tersebut selesai dilaksanakan.
| Baca juga: Mahasiswa KKN Harus Jadi Mitra Masyarakat |
Selain memberikan motivasi kepada mahasiswa, Gubernur NTT juga menyoroti pentingnya pembangunan sektor pendidikan di daerah. Ia menilai kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mendorong kemajuan NTT sehingga seluruh pihak perlu berkolaborasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di berbagai jenjang.
Sementara itu, Bupati Kupang Yosef Lede yang turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut mengajak mahasiswa untuk lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung program-program strategis nasional. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah ketahanan pangan yang saat ini menjadi fokus pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Menurut Yosef, mahasiswa memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan lahan kosong dan pengembangan sektor pertanian produktif. Upaya tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan ketersediaan pangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang terus berupaya mendorong pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat melalui hasil produksi petani lokal. Langkah tersebut juga sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis yang membutuhkan dukungan rantai pasok pangan yang kuat dan berkelanjutan.
Yosef berharap para mahasiswa dapat menjadi mitra pembangunan yang mampu menghadirkan ide-ide kreatif dan inovatif selama menjalankan Kukerta. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat membantu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi desa sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat.
Rektor UPG 1945 NTT Ully Riwu Kaho mengatakan program Kukerta merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang bertujuan membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Melalui pengabdian langsung di masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu memahami realitas kehidupan serta tantangan pembangunan yang ada di daerah.
Ia menegaskan bahwa tema Kukerta tahun ini dipilih untuk mendorong mahasiswa menjadi pribadi yang adaptif terhadap perubahan, inovatif dalam mencari solusi, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Karena itu, seluruh peserta diminta menjaga nama baik kampus dan menunjukkan sikap profesional selama berada di lokasi pengabdian.
Pembekalan Kukerta ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebelum terjun ke lapangan. Dengan dukungan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, program tersebut diharapkan mampu menghasilkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam membangun Nusa Tenggara Timur melalui pengabdian kepada masyarakat. (AI)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....