Forum TBM NTT Perkuat Pemanfaatan Bahan Bacaan Bermutu
- 24 Mei 2026 09:54 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (TBM) Provinsi NTT sekaligus Ketua Komunitas Literasi NTT, Polikarpus Do, mengatakan pihaknya terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan akses dan pemanfaatan bahan bacaan bermutu di Nusa Tenggara Timur. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan mitra pembangunan pendidikan, komunitas literasi, hingga lembaga internasional.
“Saya berada di bidang komunikasi dalam Pokja Bunda Literasi tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk menggandeng semua stakeholder pendidikan. Kami bekerja sama dengan berbagai mitra seperti UNICEF, ChildFund, Plan, Inovasi, dan komunitas literasi lainnya. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan bahan bacaan bermutu, baik buku cetak maupun buku digital, dapat terpenuhi di masyarakat,” kata Polikarpus Do.
Menurutnya, penyediaan bahan bacaan saja tidak cukup tanpa diikuti pemanfaatan yang optimal oleh masyarakat. Karena itu, Forum TBM NTT juga memfokuskan perhatian pada pelatihan dan pendampingan bagi para pegiat literasi.
Ia menjelaskan, para guru, tutor pendidikan nonformal, serta pengelola taman baca masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk menghidupkan budaya membaca di lingkungan masing-masing. Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar.
Data tahun 2024 menunjukkan NTT memperoleh dukungan bahan bacaan bermutu untuk 368 TBM dan perpustakaan desa maupun kelurahan. Sementara pada 2025, sebanyak 226 TBM dan perpustakaan desa kembali mendapatkan bantuan sekitar 1.000 buku beserta lemari penyimpanan.
“Konsentrasi kami sekarang adalah bagaimana bahan bacaan yang sudah didukung pemerintah melalui anggaran besar itu benar-benar dimanfaatkan secara maksimal. Karena itu, para pegiat literasi, guru PAUD hingga SMA/SMK, serta pengelola TBM harus mendapat pelatihan dan pendampingan. Kami ingin bahan bacaan dari jenjang dasar sampai tingkat mahir benar-benar hidup dan digunakan dalam aktivitas literasi masyarakat,” ujar Polikarpus.
Forum TBM NTT bersama Pokja Bunda Literasi juga terus mendorong penguatan literasi digital sebagai bagian dari perkembangan dunia pendidikan. Kehadiran buku digital dinilai penting untuk melengkapi bahan bacaan konvensional yang sudah tersedia di berbagai wilayah.
Melalui sinergi berbagai pihak, gerakan literasi di NTT diharapkan semakin berkembang dan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. Pendampingan berkelanjutan juga menjadi langkah penting agar bantuan bahan bacaan yang telah disalurkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (ST)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....