Wujudkan Komitmen Kemenag Jalankan Tugas Keagamaan Secara Ilmiah
- 18 Mei 2026 13:53 WIB
- Kupang
RRI.DO.ID, Kupang – Pelaksanaan Rukyatul Hilal 1 Zulhijah 1447 H menjadi wujud komitmen Kementerian Agama dalam menjalankan tugas keagamaan secara ilmiah, kolaboratif, dan terpadu. Hal tersebut disampaikan Plh. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, I Ketut Suji, saat membuka pelaksanaan Rukyatul Hilal 1 Zulhijah 1447 H di Rooftop Gedung BMKG NTT, Minggu (17/5/2026).
Plh. Kepala Kantor Wilayah Kemenag I Ketut Suji, menjelaskan, penentuan awal Zulhijah memiliki arti penting bagi umat Islam, terutama dalam memastikan waktu pelaksanaan Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban pada 10 Zulhijah. “Idul Adha tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga mengajarkan ketulusan dalam pengorbanan, kepedulian kepada sesama, serta semangat saling membantu dalam kehidupan bersama,” ujarnya.
Plh. Kepala Kantor Wilayah Kemenag I Ketut Suji, berharap penjelasan hasil Rukyatul Hilal secara ilmiah dari Tim Rukyatul Hilal Kanwil Kemenag NTT bersama BMKG NTT dapat diikuti dan dipahami oleh semua pihak. Hasil pengamatan hilal tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bahan laporan dalam Sidang Isbat Nasional untuk penetapan 1 Zulhijah 1447 H.
Sementara itu, BMKG NTT memaparkan data hisab dan posisi hilal awal Zulhijah 1447 H untuk wilayah Kupang. Berdasarkan data astronomis saat Matahari terbenam pada Ahad, 17 Mei 2026, Matahari terbenam pukul 17.31.12 WITA, sedangkan Bulan terbenam pukul 17.51.27 WITA.
Posisi hilal tercatat berada pada ketinggian 3,63 derajat dengan elongasi 9,45 derajat. Azimuth Matahari berada pada 289° 32,23′, sementara azimuth Bulan berada pada 297° 23,56′. Bulan berada di sebelah utara-atas Matahari dengan fraksi iluminasi 0,61 persen.
Data astronomis tersebut menjadi bagian penting dari pendekatan ilmiah dalam pelaksanaan Rukyatul Hilal. Melalui proses ini, Kanwil Kemenag NTT bersama BMKG NTT dan unsur terkait memastikan bahwa hasil pengamatan hilal dilakukan secara terukur, dapat dipertanggungjawabkan, dan menjadi bagian dari dukungan daerah terhadap Sidang Isbat Nasional penetapan 1 Zulhijah 1447 H.(humas/anna).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....