BMKG: Wilayah NTT Berpotensi Hujan, Waspadai Cuaca Ekstem, 24 April
- 24 Apr 2026 04:52 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dan cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah daerah.
“Pada pagi hari, cuaca di wilayah NTT umumnya cerah berawan hingga berawan tebal. Namun, terdapat potensi hujan ringan di beberapa wilayah seperti Sabu, Kefamenanu, dan Betun yang perlu diantisipasi oleh masyarakat setempat,” kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot’ek di Kupang, Kamis, 23 April 2026.
Sti menambahkan potensi cuaca pada siang hingga sore hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah. Bahkan, hujan disertai petir berpotensi terjadi di Alor, Larantuka, Borong, Ruteng, Waibakul, Tambolaka, dan Waikabubak.
“Sementara pada malam hari, kondisi cuaca bervariasi dari cerah berawan hingga hujan ringan. Wilayah Lewoleba, Larantuka, dan Ende berpotensi mengalami hujan yang disertai petir sehingga warga diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat,” jelasnya.
Pada dini hari, cuaca diperkirakan kembali cerah berawan hingga berawan tebal. Hujan ringan berpotensi terjadi di Lewoleba, Larantuka, Ende, Borong, dan Waingapu, serta hujan disertai petir di wilayah Maumere.
Secara umum, suhu udara di wilayah NTT berkisar antara 22 hingga 33 derajat Celsius. Sementara di wilayah dataran tinggi seperti Manggarai dan Ngada, suhu udara lebih sejuk dengan kisaran 14 hingga 27 derajat Celsius.
“Kecepatan angin umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan antara 5 hingga 29 kilometer per jam. Kondisi ini turut memengaruhi dinamika cuaca di wilayah NTT selama periode prakiraan,” ungkap Sti.
Ia mengimbau agar masyarakat mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di sejumlah wilayah, termasuk Manggarai Barat, Ende, Sikka, hingga Pulau Sumba. Selain itu, angin kencang juga berpotensi terjadi di wilayah Sabu Raijua, sehingga masyarakat diminta tetap berhati-hati terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....