BMKG sebut Beberapa Faktor Picu Hujan di NTT Dua Hari ke Depan
- 20 Apr 2026 05:22 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari Kupang menyebutkan beberapa faktor yang memicu hujan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlaku pada 20 hingga 21 April 2026. Kelembapan Udara terpantau cukup tinggi yang mendukung pertumbuhan awan hujan di NTT.
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari, Sti Nenot’ek di Kupang, Sabtu, 18 April 2026 mengatakan kelembapan udara di lapisan 800 mb hingga 500 mb terpantau cukup tinggi, berkisar antara 60 hingga 90 persen.
Faktor lain yang turut mempengaruhi adalah adanya pusat sirkulasi siklonik di wilayah timur laut NTT. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya daerah perlambatan dan pertemuan angin yang berpotensi meningkatkan curah hujan.
“Diimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi di sejumlah wilayah di NTT selama periode tersebut,” ucap Sti.
Lebih lanjut, ia mengataka khusus pada 20 April 2026, wilayah yang berstatus waspada meliputi Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Belu, Malaka, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Alor, serta Pulau Sumba.
“Kondisi ini dipengaruhi oleh masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau pancaroba, yang umumnya ditandai dengan cuaca yang berubah-ubah dalam waktu singkat,” ujar Sti.
Sementara potensi hujan sedang hingga lebat kategori waspada pada Selasa, 21 April 2026 meliputi wilayah Kabupaten Kupang, Belu dan Timor Tengah Selatan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak cuaca ekstrem, serta terus memantau informasi terbaru dari BMKG guna mengantisipasi potensi risiko yang dapat terjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....