Polda dan Pemprov NTT Serius Berantas TPPO dan TPPA

  • 17 Apr 2026 14:19 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang-Polda NTT dan Pemerintah Provinsi NTT, menggelar audiensi antara jajaran dalam upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan tindak pidana perdagangan anak (TPPA), Kamis 16 April 2026 yang berlangsung di Kantor Gubernur NTT.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt., Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT Ibu Asti Laka Lena, Direktur PPA PPO Polda NTT Dr. Nova Irone Surentu, S.H., M.H. beserta jajaran, Kepala DP3AP2KB Provinsi NTT drg. Lien Adriany, M.Kes. serta perwakilan UPTD PPA Provinsi NTT.

Audiensi diawali dengan pemaparan tujuan kegiatan oleh Ketua TP PKK Provinsi NTT, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Selanjutnya, Direktur PPA PPO Polda NTT menyampaikan kondisi terkini terkait jumlah kasus dan tahanan yang ditangani, sekaligus menegaskan komitmen institusinya dalam menekan angka TPPO dan TPPA di wilayah NTT.

Dalam paparannya, Kombes Pol Dr. Nova Irone Surentu menjelaskan bahwa audiensi ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Polda NTT dan Pemprov NTT, khususnya dalam implementasi program Kampung BEKAPAN serta target zero TPPO. Ia juga menyoroti maraknya penyalahgunaan aplikasi MiChat yang dinilai menjadi salah satu media yang berpotensi dimanfaatkan dalam praktik TPPO.

“Kami berharap adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi NTT untuk langkah strategis, termasuk rencana pemblokiran aplikasi yang disalahgunakan seperti MiChat, karena banyak korban TPPO dan TPPA berawal dari sana,” tegas Kombes Nova.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya preventif seperti razia di tempat hiburan malam, khususnya pub-pub di wilayah NTT, dengan memeriksa kontrak kerja dan identitas pekerja guna mencegah praktik perdagangan orang.

Dalam diskusi tersebut, turut dibahas pentingnya penertiban administrasi kependudukan, pengawasan terhadap perusahaan luar negeri, serta penguatan sistem di pintu keluar seperti bandara dan pelabuhan guna menekan praktik TPPO.

Direktur PPA PPO Polda NTT juga menyoroti kendala yang masih dihadapi, seperti belum tersedianya layanan visum psikiatrikum di NTT serta keterbatasan akses pengawasan di titik-titik strategis keberangkatan.

“Kami membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk pemerintah, tenaga pendidik, psikolog, hingga peran orang tua, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak NTT,” tambah Kombes Nova.(VFZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....