Curah Hujan NTT Menurun, Waspada Awal Musim Kemarau Dasarian II April
- 12 Apr 2026 11:04 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan di wilayah Nusa Tenggara Timur pada dasarian II April 2026 umumnya berada pada kategori rendah, yakni berkisar antara 0 hingga 20 milimeter per dasarian. Masyarakat diminta untuk mewaspadai awal musim kemarau.
Kepala Stasiun Klimatologi kelas II NTT, Rahmatulloh Adji di Kupang, Sabtu, 11 April 2026 menyampaikan peluang terjadinya curah hujan rendah tersebut cukup tinggi, dengan probabilitas mencapai 71 hingga 90 persen di sebagian besar wilayah NTT.
“Meski demikian, potensi hujan masih dapat terjadi terutama pada sore hari. Hal ini dipicu oleh perlambatan kecepatan angin serta pemanasan permukaan yang cukup intens pada siang hari,” kata Adji.
Lebih lanjut ia mengatakan kondisi tersebut dapat memicu pembentukan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lokal dengan durasi relatif singkat di beberapa wilayah.
“Selain itu, terpantau Monsun Australia semakin menguat dan diprediksi tetap dominan dalam beberapa hari ke depan,” kata Adji.
Penguatan monsun ini menyebabkan peningkatan aliran massa udara dari Australia menuju Indonesia yang umumnya bersifat kering, sehingga turut memengaruhi penurunan curah hujan.
“Dominasi angin timuran juga terlihat dari pola hembusan angin zonal di sebagian besar wilayah Indonesia. Hal ini menjadi indikasi bahwa beberapa daerah mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau,” ujarnya.
Seiring dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk mulai melakukan penghematan air dalam aktivitas sehari-hari serta menjaga kecukupan cairan tubuh guna menghadapi potensi musim kemarau yang mulai berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....