Ibadah Jumat Agung di GMIT Marturia, Kasih Tuhan Lebih Besar dari Penderitaan

  • 04 Apr 2026 10:54 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Ibadah Jumat Agung di GMIT Marturia Oesapa Selatan berlangsung khidmat, Jumat 3 April 2026. Melalui khotbah yang disampaikan Lay Abdi Karya Wenyi. M.Si, jemaat diingatkan bahwa kasih Tuhan jauh lebih besar dari rasa sakit yang dialami Yesus Kristus di kayu salib.

Ibadah yang diikuti ratusan jemaat tersebut menjadi momentum penting untuk merenungkan makna penderitaan dan pengorbanan Kristus sebagaimana tertulis dalam Injil Matius pasal 27 ayat 32 hingga 56. Suasana ibadah berlangsung penuh penghayatan, dengan rangkaian liturgi yang mengajak jemaat masuk dalam perenungan mendalam akan karya keselamatan Allah.

Dalam khotbahnya, Pdt. Lay Abdi Karya Wenyi. M.Si menegaskan bahwa perjalanan iman tidak selalu berjalan mudah. Setiap orang percaya, katanya, pasti menghadapi berbagai tantangan, pergumulan, bahkan kelelahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, namun, di balik semua itu terdapat makna yang mendalam.

“Perjalanan iman sering kali tidak mudah. Kita menghadapi berbagai tantangan, pergumulan, bahkan kelelahan dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Pdt. Lay Abdi Karya Wenyi. M.Si, saat di temui RRI.CO.ID, Jumat 3 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa, penderitaan yang dialami manusia bukanlah sesuatu yang sia-sia, melainkan bagian dari proses pembentukan iman yang membawa seseorang pada kedewasaan rohani. Melalui pengalaman hidup, setiap orang diajak untuk semakin mengenal Tuhan secara pribadi.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa banyak orang di masa kini menghadapi krisis identitas dan tujuan hidup. Di tengah tekanan sosial, ekonomi, dan berbagai tantangan kehidupan, tidak sedikit yang kehilangan arah dan makna hidup.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi umat percaya untuk tetap teguh dalam iman serta tidak mudah goyah oleh situasi yang ada. “Karena itu, ibadah jangan hanya menjadi simbol semata, tetapi harus menjadi wujud iman yang lahir dari hati yang tulus,” ucap Pdt. Lay Abdi Karya Wenyi. M.Si.

Ia menambahkan bahwa iman sejati tidak lahir dari paksaan, melainkan tumbuh dari kesadaran dan pengalaman pribadi bersama Tuhan. Iman yang hidup akan tercermin dalam sikap dan tindakan sehari-hari, termasuk dalam menghadapi persoalan hidup.

Dalam khotbahnya, ia juga mengajak jemaat untuk menjadikan momentum Jumat Agung sebagai kesempatan untuk melakukan refleksi diri. Setiap orang diajak melihat kembali perjalanan hidupnya, serta memperbaiki relasi dengan Tuhan maupun sesama.

Selain itu, nilai pengorbanan yang ditunjukkan oleh Yesus Kristus di kayu salib menjadi teladan utama bagi umat percaya. Pengorbanan tersebut mencerminkan kasih yang tanpa batas, yang rela menderita demi keselamatan umat manusia.

“Kasih Tuhan yang dinyatakan melalui pengorbanan Yesus di kayu salib menjadi pengingat bahwa kasih-Nya selalu lebih besar dari segala penderitaan manusia,” katanya tegas. Ia juga mengajak jemaat untuk meneladani sikap kesetiaan dan pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Nilai-nilai kasih, pengampunan, dan kerendahan hati perlu terus dihidupi sebagai bagian dari iman. Ibadah Jumat Agung ini tidak hanya menjadi peringatan akan penderitaan Kristus, tetapi juga menjadi ajakan bagi umat untuk memperbarui komitmen iman. Jemaat diajak untuk tidak berhenti pada ritual, tetapi melanjutkannya dalam tindakan nyata di tengah kehidupan.

Suasana ibadah yang berlangsung khidmat turut memperkuat pesan spiritual yang disampaikan. Jemaat tampak mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan penuh kesungguhan, mulai dari pembacaan firman, doa, hingga perenungan akan makna salib.

Melalui perayaan ini, diharapkan umat semakin memahami bahwa di balik penderitaan terdapat kasih Tuhan yang besar. Kasih tersebut menjadi sumber kekuatan bagi setiap orang dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Dengan demikian, Jumat Agung bukan hanya menjadi momen mengenang penderitaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat iman dan harapan akan karya keselamatan Tuhan dalam kehidupan manusia. (AI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....