Pemerintah NTT Perkuat Perumusan Kebijakan Pendekatan Riset

  • 27 Mar 2026 12:19 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena memperkuat perumusan kebijakan pembangunan daerah dengan pendekatan riset. Penegasan tersebut di sampaikan Gubernur saat menerima tim peneliti Bidang Riset dan Inovasi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Provinsi NTT di Rumah Jabatan Gubernur.

Gubernur Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa pembangunan daerah harus memiliki parameter yang terukur sehingga capaian program dapat dinilai secara objektif. Menurutnya, tim peneliti diminta membantu pemerintah menyusun peta jalan pembangunan lima tahun ke depan dengan melihat capaian sejak awal masa kepemimpinannya pada 2025.

“Program dan visi misi itu umum, tetapi kita harus punya ukuran yang jelas. Target lima tahun sampai 2030 harus bisa diterjemahkan ke dalam parameter yang bisa diukur setiap tahun,” kata Melki, Selasa 10 Maret 2026.

Gubernur menjelaskan bahwa, kajian para peneliti akan difokuskan pada berbagai program prioritas pemerintah daerah, termasuk program nasional yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat. Gubernur mencontohkan sejumlah sektor yang perlu dianalisis secara akademik, seperti: dampak program makan bergizi bagi anak terhadap ekonomi lokal, pembukaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Sektor lainnya adalah, penguatan koperasi dan usaha lokal, program rumah layak huni, pengembangan sektor maritim seperti garam dan rumput laut, hingga pemanfaatan energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga surya. “Pemerintah harus terbiasa bekerja dengan dasar ilmiah, dan riset ini harus menghasilkan parameter yang bisa kita ukur dampaknya,” ujarnya.

Melki juga membuka ruang bagi peneliti untuk mengangkat isu lain di luar program utama jika dianggap penting bagi pembangunan daerah.

“Tugas tim ini adalah memproduksi gagasan dan rekomendasi. Kalau hasilnya bisa menjadi kebijakan gubernur silakan, kalau cukup di level OPD juga tidak masalah,” ucapnya.

Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa tim peneliti harus memiliki kebebasan berpikir dalam melakukan kajian, selama tetap menghasilkan produk penelitian yang konkret. (humas/anna)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....