Lulusan IAKN Kupang Siap Jawab Tantangan Sosial
- 17 Mar 2026 13:43 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Sebanyak 380 mahasiswa program sarjana dan pascasarjana resmi diwisuda dalam Wisuda ke-IX Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang yang berlangsung di Harper Kupang, Senin, 16 Maret 2026. Momentum ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal pengabdian para lulusan di tengah masyarakat.
Rektor, Dr. I Made Suardana, M.Th., dalam sambutannya menekankan bahwa keberhasilan para wisudawan tidak terlepas dari perjuangan dan pengorbanan orang tua. Ia mengajak seluruh hadirin memberikan penghormatan kepada para orang tua yang telah berjuang secara moral maupun finansial demi pendidikan anak-anak mereka.
“Bapak mama telah memperjuangkan anak-anak sampai di titik ini. Ada yang dengan keringat, bahkan dengan tetesan air mata, untuk memastikan mereka menyelesaikan pendidikan dengan baik,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, I Made Suardana juga menyoroti pentingnya integritas akademik di lingkungan kampus. Ia mengingatkan para dosen agar tidak menggampangkan pemberian nilai kepada mahasiswa, karena nilai merupakan hasil proses yang harus dipertanggungjawabkan secara jujur.
Menurutnya, predikat kelulusan yang tinggi harus benar-benar mencerminkan kualitas lulusan yang mampu menjawab persoalan sosial di masyarakat. “Nilai bukan sekadar angka. Nilai adalah proses yang dibangun secara jujur, benar, dan bertanggung jawab. Kampus harus menjaga marwah akademik sebagai rumah belajar yang unggul dan berintegritas,” katanya.
Rektor juga mengingatkan bahwa para lulusan kini memasuki dunia nyata yang penuh dinamika. Karena itu, mereka harus terus mengembangkan kemampuan melalui proses re-skilling dan up-skilling, serta memiliki kemampuan berpikir kritis agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan sosial yang sangat cepat.
I Made Suardana menggambarkan kondisi dunia saat ini sebagai lingkungan VUCA — volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity. Dalam situasi tersebut, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi pengikut, tetapi harus berani menjadi pencipta tren dan inovasi.
“Jangan hanya menjadi follower, jadilah trendsetter. Dunia bergerak sangat cepat dan kita harus mampu beradaptasi,” katanya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan transformatif. Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya berada pada posisi formal, tetapi harus dibangun sejak dini melalui karakter, integritas, dan kemampuan bersinergi dengan masyarakat.
Dalam orasi ilmiahnya, akademisi Maya Djawa memperkenalkan konsep “The Pillar of Theology” atau teologi tiang induk sebagai pendekatan teologi kontekstual yang lahir dari budaya masyarakat Timur. Ia menjelaskan bahwa konsep tersebut terinspirasi dari simbol Niainaf, tiang utama dalam rumah tradisional yang menjadi pusat kehidupan keluarga.
Dalam perspektif teologi, Niainaf dimaknai sebagai simbol Yesus Kristus yang menjadi sumber kehidupan sekaligus jalan menuju keselamatan. Menurut Maya Djawa, pendekatan teologi ini menghubungkan iman, budaya lokal, serta realitas sosial masyarakat sehingga teologi tidak hanya berhenti pada teori, tetapi hadir dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita tidak hanya berbicara tentang iman, tetapi menghidupinya di tengah realitas masyarakat yang menghadapi berbagai tantangan seperti kemiskinan, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga korupsi,” ujarnya.
Sementara itu, wakil wisudawan Aston Kelin Punga menegaskan bahwa perjalanan pendidikan di kampus telah membentuk karakter dan kepedulian sosial para mahasiswa. Ia menilai kehadiran program studi psikologi di IAKN Kupang menjadi langkah penting untuk menjawab berbagai persoalan sosial di Nusa Tenggara Timur, termasuk isu kesehatan mental, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta kemiskinan.
Aston berharap para lulusan IAKN Kupang dapat menjadi generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki empati dan keberanian untuk menjadi bagian dari solusi bagi persoalan sosial di daerah.
Pada akhir sambutannya, Rektor IAKN Kupang menegaskan komitmen kampus untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan infrastruktur, peningkatan kapasitas dosen, serta perluasan jejaring kerja sama. IAKN Kupang juga terus memperkuat fasilitas pembelajaran, ruang akademik yang kondusif, serta membuka kemitraan strategis dengan berbagai lembaga pendidikan.
“Kami berkomitmen menjadikan IAKN Kupang sebagai aset penting bagi kemajuan masyarakat Nusa Tenggara Timur dan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata I Made Suardana. Wisuda ke-IX ini menandai awal perjalanan baru bagi 380 lulusan untuk mengabdikan ilmu dan iman mereka dalam membangun masyarakat yang lebih adil, berintegritas, dan berdaya. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....