Pemerintah kota Kupang Dukung Rencana Konfrensi Nasional 2026

  • 11 Mar 2026 12:28 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kupang di Pimpin Ketua Yuliana Salosso melakukan Audiens dengan Pemerintah Kota Kupang terkait rencana pelaksanaan Konferensi Nasional Tahun 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketua FKUB Provinsi NTT, Yuliana Salosso menjelaskan, Konferensi Nasional FKUB 2026 direncanakan menghadirkan sekitar 800 peserta dari seluruh Indonesia, terdiri dari pengurus FKUB provinsi dan kabupaten/kota, serta para tokoh agama.

Konferensi yang dijadwalkan berlangsung pada 22–24 Oktober 2026 di Kota Kupang ini akan mengangkat Thema “moderasi digital untuk harmoni beragama di era disrupsi informasi. “Kami dipercayakan menjadi tuan rumah Konferensi Nasional FKUB tahun 2026. Karena kegiatan ini dilaksanakan di Kota Kupang, maka kami datang meminta dukungan dan restu dari Bapak Wali Kota sebagai tuan rumah,” Kata Yuliana Salosso, Selasa (10/3/2026).

Wali Kota dr.Christian Widodo menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang siap memberikan dukungan maksimal agar kegiatan nasional tersebut dapat berjalan sukses, sekaligus menjadi momentum memperkuat citra Kupang sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antarumat beragama. “Pemerintah Kota Kupang siap mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini. Apalagi Kota Kupang menjadi tuan rumah. Ini kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk menunjukkan wajah kerukunan yang kita miliki,” ungkapnya.

Menurutnya, Pemerintah kota Kupang terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi dan siap memberikan dukungan fasilitas maupun koordinasi lintas sektor demi kelancaran kegiatan tersebut. “Kami selalu membuka tangan, membuka hati, dan membuka pikiran untuk mendengar. Karena kami percaya, pertumbuhan dimulai ketika kita mau mendengar,” ujarnya.

Walikota dr.Christian Widodo berharap Konferensi Nasional FKUB 2026 dapat menjadi momentum untuk menunjukkan kepada Indonesia bahwa Kupang adalah contoh nyata kota yang hidup dalam harmoni keberagaman. “Kita ingin Kupang menjadi contoh bahwa perbedaan bukan alasan untuk berjarak, tetapi kekuatan untuk hidup berdampingan dengan damai,” ungkapnya.(humas/anna).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....