Meter Air Tak Akurat, Perumda Kota Kupang Akui Ikut “Tekor”

  • 02 Sep 2026 12:47 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Perumda Air Minum Kota Kupang mengakui meter pelanggan yang tidak presisi dapat membuat perusahaan mengalami kerugian dalam penagihan. Meter lama yang tidak akurat menyebabkan pemakaian sebenarnya lebih besar dibandingkan jumlah air yang tercatat dalam tagihan pelanggan.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa dalam Wawancara Kupang Pagi Pro 1 RRI Kupang, Rabu, 2 September 2026 menjelaskan, tagihan pelanggan merupakan hasil akhir proses pembacaan meter yang dilakukan petugas setiap bulan secara berkala. Karena itu, kerusakan meter dapat menyebabkan jumlah pemakaian air tidak sepenuhnya tercatat dalam rekening pelanggan setiap bulan tersebut.

“Selagi meter kita yang rusak atau tidak presisi belum diganti maka bahasa awamnya itu tekor, kami tekor (rugi, red),” katanya. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena pembacaan meter pelanggan tidak mencerminkan volume pemakaian air sebenarnya secara tepat setiap bulan.

Setelah meter diganti, tagihan pelanggan berpotensi meningkat karena pencatatan pemakaian kembali dilakukan secara lebih presisi dan akurat lagi. “Yang rugi itu kita,” ujarnya, karena meter tidak presisi membuat pemakaian pelanggan sebelumnya belum tercatat secara akurat sepenuhnya.

Perumda kini mempercepat penggantian meter pelanggan yang dinilai tidak presisi untuk mengurangi kehilangan air sekaligus memperbaiki pencatatan pemakaian. 200 hingga 300 meter pelanggan telah masuk daftar penggantian, dan Satgas Ganti Meter bekerja dari rumah ke rumah.

Penggantian meter rusak menjadi tanggung jawab Perumda sehingga pelanggan tidak dikenakan biaya untuk proses penggantian tersebut sama sekali. Perumda menargetkan penggantian sekitar 70 meter setiap bulan berdasarkan data meter pelanggan yang perlu diperbaiki secara bertahap sekarang.

Selain penggantian meter, Perumda menyiapkan water meter tester portabel untuk memastikan akurasi meter pelanggan melalui pengujian lapangan langsung. “Dengan alat ini kita bisa memastikan meter-meter di lapangan itu presisi, akurasinya terjaga,” ujarnya, mengakhiri. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....