BMKG Peringatkan Gelombang Sedang hingga Tinggi di NTT

  • 08 Mar 2026 11:53 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlaku pada, Senin 9 Maret 2026. Masyarakat pesisir serta pelaku aktivitas pelayaran diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang sedang hingga tinggi.

Berdasarkan prakiraan BMKG, gelombang laut dengan kategori sedang atau berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan NTT. Wilayah yang terdampak antara lain Selat Sape, Perairan Flores, Selat Flores–Lamakera, Selat Pantar dan Selat Alor.

Potensi gelombang sedang juga diprakirakan terjadi di Perairan Selatan Alor–Pantar, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai serta Perairan Selatan Sumba. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi nelayan maupun operator transportasi laut.

Selain itu, wilayah perairan lainnya seperti Perairan Utara Sabu–Raijua, Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang–Rote, Selat Pukuafu hingga Perairan Taman Nasional Komodo juga berpotensi mengalami gelombang laut dengan kategori sedang.

Sementara itu, gelombang dengan kategori tinggi yang mencapai lebih dari 2,5 hingga 3 meter diprakirakan terjadi di Perairan Selatan Sabu Raijua serta Perairan Selatan Timor hingga Rote. Kondisi ini berpotensi memengaruhi keselamatan aktivitas pelayaran di wilayah tersebut.

BMKG menjelaskan, kondisi gelombang ini dipengaruhi oleh adanya sistem tekanan rendah yang terpantau di wilayah Darwin, Australia bagian utara. Sistem tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif di wilayah NTT.

Dampaknya, sejumlah wilayah NTT juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai peningkatan kecepatan angin. Situasi ini turut memengaruhi dinamika kondisi perairan di sekitar wilayah NTT.

Sementara itu, pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan berkisar 8 hingga 38 knot. BMKG mengimbau nelayan, operator kapal serta masyarakat pesisir untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim sebelum melakukan aktivitas di laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....