BKKBN NTT Perkuat GENTING Tekan Stunting

  • 04 Mar 2026 12:47 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang - Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. Faizal Fahmi, S.KM., M.Kes., menyebut angka stunting di Nusa Tenggara Timur masih tergolong tinggi, yakni mencapai 37 persen. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri launching Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Selasa, 3 Maret 2026.

Menurut Fahmi, kondisi tersebut menjadi tantangan serius yang membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Ia menegaskan, percepatan penurunan stunting tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi harus melibatkan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan masyarakat.

“Berbicara tentang stunting, di NTT persentasenya masih cukup tinggi, sekitar 37 persen. Karena itu, melalui pendampingan yang dilakukan selama tiga bulan ini, kita berharap dapat membantu menurunkan angka stunting, khususnya di wilayah Kabupaten Kupang,” ucap Fahmi, saat di temui RRI.CO.ID, Selasa, 3 Maret 2026.

Fahmi menjelaskan, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING merupakan bentuk gotong royong yang melibatkan perorangan maupun lintas sektor. Program ini tidak hanya berfokus pada pemberian makanan bergizi bagi bayi dan keluarga berisiko stunting, tetapi juga mencakup intervensi pendukung lainnya.

“Bukan hanya memberikan makanan bernutrisi, tetapi juga membantu penyediaan rumah layak huni, jamban sehat, serta akses air bersih. Stunting itu tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan erat dengan sanitasi, lingkungan, dan pola asuh,” ujarnya.

Ia mencontohkan, pada tahun 2005 lalu pihaknya pernah memberikan bantuan sumur bor di Desa Manusak untuk mendukung suplai air bersih bagi masyarakat. Intervensi tersebut dinilai sangat penting karena akses air bersih menjadi salah satu faktor utama dalam pencegahan stunting.

Menurut Fahmi, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara terintegrasi. Tidak cukup hanya dengan intervensi gizi, tetapi juga harus menyentuh aspek lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat.

Lebih lanjut ia menegaskan, BKKBN sebagai leading sector dalam percepatan penurunan stunting terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta sektor swasta.

Melalui GENTING, masyarakat yang memiliki kemampuan secara ekonomi didorong untuk menjadi Orang Tua Asuh bagi keluarga berisiko stunting. Bentuk dukungan dapat berupa bantuan nutrisi, perbaikan sanitasi, maupun dukungan kebutuhan dasar lainnya.

Fahmi berharap momentum peluncuran GENTING di Kecamatan Kupang Timur dapat menjadi batu loncatan bagi lahirnya program-program kolaboratif lainnya yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Ini bukan hanya program seremonial. Kita ingin gerakan ini benar-benar menjadi gerakan bersama, sehingga angka stunting di Kabupaten Kupang dan NTT secara umum dapat terus menurun,” ucapnya.

Dengan semangat gotong royong dan keterlibatan lintas sektor, Pemerintah berharap target percepatan penurunan stunting di Nusa Tenggara Timur dapat tercapai secara bertahap dan berkelanjutan. (Andry/Ady)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....