Jembatan Noebunu Rusak, Warga Kesulitan Akses

  • 25 Feb 2026 13:50 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Badai hujan yang melanda wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan kerusakan berat pada ruas Jalan Poros Tengah berstatus jalan provinsi. Kerusakan tersebut berdampak langsung pada kelancaran arus transportasi yang menghubungkan Desa Oeekam, Ayotupas hingga wilayah perbatasan.

Titik kerusakan paling parah terjadi di Jembatan Noebunu, yang merupakan satu-satunya jembatan di jalur Poros Tengah penghubung Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Malaka hingga akses menuju Timor Leste. Jembatan ini memiliki peran strategis karena menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi barang antarwilayah. Meski berstatus jalan provinsi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi, hampir setiap menit jembatan tersebut dilintasi warga Timor Tengah Selatan untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, berdagang hingga mengangkut hasil pertanian. Kerusakan pada Jembatan Noebunu sebelumnya telah terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah TTS dan sekitarnya. Namun pada saat itu arus kendaraan masih dapat melintas secara terbatas.

Kondisi memburuk diduga terjadi pada larut malam Minggu,22 Februari 2026, setelah hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur kawasan tersebut. Pada Senin,23 Februari 2026, jembatan dilaporkan dalam kondisi sulit dilewati karena sebagian badan jalan dan struktur penyangga mengalami kerusakan lebih parah. Sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat terlihat memperlambat laju kendaraan saat melintas. Bahkan, sebagian warga memilih menunda perjalanan karena khawatir akan keselamatan mereka. Salah satu warga Oeekam, Irwanto Ridwan, saat ditemui RRI.CO.ID mengatakan kondisi jembatan saat ini membahayakan pengguna jalan.

“Kondisi jembatan sekarang sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Saya hampir setiap hari melintas di jembatan ini. Kalau jembatan ini rusak, pasti kami kesulitan,” ucap irwanto saat di temui RRI.CO.ID, Minggu,22 Februari 2026.

Irwanto mengaku merasa khawatir setiap kali melintas, terutama saat melihat bagian badan jalan yang tergerus dan berpotensi mengalami longsor susulan jika hujan kembali turun. Menurutnya, jika akses tersebut terputus, dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat. Selain menghambat mobilitas warga, distribusi bahan kebutuhan pokok dan hasil pertanian juga akan terganggu.

Warga berharap pemerintah segera melakukan langkah penanganan darurat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, sekaligus mempercepat proses perbaikan permanen. Mengantisipasi risiko kecelakaan, masyarakat diminta untuk berhati-hati saat melintas dan memantau kondisi cuaca. Apabila hujan deras kembali turun, pengguna jalan disarankan menunda perjalanan hingga kondisi dinilai aman. Kerusakan Jalan Poros Tengah dan Jembatan Noebunu menjadi perhatian serius warga, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan beberapa wilayah penting di bagian selatan Timor. Masyarakat berharap adanya respons cepat dari pemerintah provinsi agar arus transportasi dan aktivitas ekonomi warga dapat kembali berjalan normal. (Andry/Ady)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....