PT Nindya Karya Klarifikasi Terkait Kerusakan Dermaga Papela

  • 21 Feb 2026 21:10 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote Ndao – Kerusakan sebagian Dermaga Papela, Kecamatan Rote Timur, memicu polemik masyarakat. Warga menduga kerusakan terjadi akibat aktivitas bongkar muat proyek industri garam.

Proyek tersebut dikerjakan BUMN PT Nindya Karya di Kabupaten Rote Ndao. Suplai material dan peralatan proyek dilakukan melalui jalur laut menggunakan dermaga setempat.

Menanggapi polemik itu, Wakil Project Manager PT Nindya Karya, Eko, memberikan klarifikasi. Ia menyampaikan keterangan kepada RRI, Sabtu 21 Februari 2026.

Eko menegaskan penggunaan dermaga telah melalui koordinasi dengan otoritas terkait. Setiap kapal yang masuk dipastikan memiliki izin resmi untuk berlabuh.

“Setiap kapal yang masuk selalu berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan atau KSOP dan diizinkan berlabuh,” ujar Eko.

Gambar Dermaga Papela Tampak Kapal Tanker BBM Saat Berlabuh

Ia mencontohkan kapal tanker pengangkut BBM untuk kebutuhan proyek tambak garam. Nahkoda kapal selalu melapor sebelum sandar di Dermaga Papela.

“Kami menggunakan dermaga secara resmi dan membayar biaya labuh kapal,” tegasnya.

Selain perizinan, perusahaan juga memenuhi seluruh kewajiban administrasi penggunaan dermaga. Pembayaran biaya sandar dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Gambar Dermaga Papela

Eko menjelaskan penggunaan dermaga bertujuan mendukung pembangunan industri garam nasional. Proyek ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.

Pihak perusahaan menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Klarifikasi ini diharapkan meredam polemik dan menjaga kondusivitas pembangunan. (Radja)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....