Algoritma Viral Tantangan Pers Daerah
- 12 Feb 2026 10:16 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote Ndao – Tantangan terbesar pers saat ini dinilai bukan hanya pada produksi berita, tetapi melawan algoritma viral di media sosial. Konten sensasional disebut lebih cepat menyebar dibandingkan berita mendalam dan investigatif.
Pimpinan Redaksi Rote Online News, Ricky Ndolu, menyampaikan hal itu dalam Dialog Rote Menyapa Pagi di Pro 1 RRI Rote, Senin, 9 Februari 2026. Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi pers lokal dalam menjaga kualitas informasi.
“Tantangan terberat kita yaitu melawan algoritma viral,” katanya. Ia menyebut banyak konten sampah lebih cepat mendapat perhatian dibandingkan informasi mendalam.
Menurutnya, media tidak boleh terjebak pada sensasi murah demi pembaca. Pers harus tetap mengedukasi masyarakat melalui informasi yang akurat dan berimbang.
Ia mengatakan literasi digital masyarakat perlu terus ditingkatkan. Masyarakat diminta mampu membedakan informasi hoaks dan berita yang valid.
“Media sosial itu cepat, tapi pers itu akurat,” ujarnya. Ia menegaskan setiap informasi yang diterbitkan pers harus melalui proses verifikasi.
Ricky mengingatkan pentingnya prinsip “saring sebelum sharing” dalam bermedia sosial. Satu informasi yang salah dibagikan dapat merusak stabilitas kebijakan dan kepercayaan publik.
Ia menambahkan pers yang tidak mematuhi kode etik berisiko menjadi “pers yang sakit”. Karena itu, integritas dan kepatuhan terhadap kode etik dinilai menjadi kunci menjaga kualitas pemberitaan.
Menurutnya, pers sehat harus menyajikan informasi akurat dan tidak memuat hoaks atau provokasi. Informasi yang valid disebut akan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (NLL)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....