Gereja Harus Memiliki Kepekaan Terhadap Realitas Sosial Jemaat
- 11 Feb 2026 11:53 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) saat ini bertempat di GMIT Center Kawasan Walikota menggelar Sidang Majelis Sinode ke-54 Tahun Mengusung Thema : “Lakukan keadilan, cintai kesetiaan dan hidup rendah hati di hadapan Allah” (Mikha 6:8), dan sub tema: “Bersaksi tentang Allah yang setia di tengah dunia yang luka” .
Sidang Majelis Sinode ke-54 Tahun di tandai dengan prosesi perhadapan Majelis ex-officio antar-waktu periode 2024-2027 untuk empat Klasis, yakni: Pdt. Papy James Welhem Foeh (Ketua Majelis Klasis Fatuleu Barat), Pdt. Selhisama Leimakali (Ketua Majelis Klasis Mataru), Pdt.Doris Albertus Lopo Boys (Ketua Majelis Klasis Amarasi Barat) dan Pdt. Mariana Ndjukambani (Ketua Majelis Klasis Soe Timur).
Ketua Sinode GMIT, Pdt. Semuel B. Pandie, dalam suara gembalanya menegaskan bahwa gereja harus memiliki kepekaan terhadap realitas sosial. Menurutnya, kesetiaan Allah harus diwujudkan melalui aksi nyata gereja dalam menghadapi isu-isu kontemporer. “Kita tidak sedang membicarakan memori luka lama, melainkan kekuatan dan kesetiaan Allah yang menggerakkan gereja untuk peduli terhadap luka sosial seperti penindasan, kekerasan, HIV/AIDS, hingga krisis ekologi,” kata Pdt. Semuel, Senin (9/2/2026).
Ia memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah dilakukan GMIT, di antaranya: Gerakan menanam satu juta pohon untuk pemulihan lingkungan, Pemberdayaan aset ekonomi jemaat di beberapa wilayah pelayanan, penguatan UMKM jemaat, termasuk penanaman bawang di Rote, serta penguatan kolaborasi antara seluruh lingkup pelayanan GMIT dengan pemerintah daerah.
Persidangan yang dijadwalkan berlangsung selama enam hari (9–14 Februari 2026) ini diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Helda Mimi Sir-Seo sebagai liturgos dan Pdt. Arthasasta Nifu sebagai pengkhotbah. Di hadiri oleh jajaran pejabat tinggi, termasuk Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua DPRD NTT Emelia Julia Nomleni, Danrem 161/Wira Sakti, serta sejumlah kepala daerah dari Kabupaten Kupang, TTS, Alor, dan Rote Ndao. Hadir pula pimpinan perbankan (Bank NTT dan BI) serta pimpinan akademisi dari UKAW Kupang dan UKSW Salatiga. (anna).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....