Bupati Kupang Hadiri Pembukaan Sidang Majelis Sinode GMIT
- 10 Feb 2026 16:59 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang-Bupati Kupang Yosef Lede menghadiri pembukaan Sidang Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) ke-54 yang berlangsung di GMIT Center, Kota Kupang, Senin (9/2/2026) sore. Kehadiran Bupati Kupang tersebut menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Kupang terhadap proses kehidupan bergereja serta pelayanan GMIT di wilayah Kabupaten Kupang.
Pembukaan sidang ini turut dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur NTT Jhoni Asadoma, Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia Nomleni, Bupati Rote Ndao, Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Sekretaris Daerah Kota Kupang, Asisten II Sekda Kabupaten Alor, Direktur Utama Bank NTT beserta Komisaris Independen dan jajaran Majelis Sinode GMIT. Turut hadir para peserta sidang dari berbagai wilayah pelayanan GMIT.
Dalam sambutan Gubernur NTT yang dututurkan Wakil Gubernur Jhoni Asadoma, ditegaskan bahwa Sidang Majelis Sinode merupakan forum tertinggi dalam kehidupan bergereja GMIT yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah pelayanan gereja ke depan. “Persidangan ini merupakan forum tertinggi dalam kehidupan bergereja di GMIT yang memiliki peran strategis dalam mengevaluasi pelayanan, merumuskan arah kebijakan, serta menetapkan program-program pelayanan gereja ke depan,” ujar Wakil Gubernur.
Ia menambahkan bahwa GMIT telah melalui berbagai dinamika zaman dan terus berupaya menjawab tantangan pelayanan dengan semangat pembaruan, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Injil sebagai fondasi kehidupan bergereja. Menutup sambutan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT berharap persidangan ini menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang membawa dampak positif bagi jemaat dan masyarakat NTT.
Sejalan dengan itu, Bupati Kupang Yosef Lede dalam sapaannya menyampaikan ucapan selamat atas dibukanya Sidang Majelis Sinode GMIT ke-54. Ia juga mengingat pesan Ketua Majelis Sinode GMIT yang dinilainya relevan dengan kondisi saat ini, bahwa gereja dan pemerintah sama-sama berada dalam situasi yang penuh tantangan.
“Saya selalu ingat apa yang disampaikan Ketua Majelis Sinode, bahwa hari ini kita semua sedang terluka. Kalau pemerintah terluka, GMIT juga terluka, maka kita semua sedang terluka,” kata Yosef Lede.
Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam persidangan ini mencerminkan kesamaan visi dan misi antara pemerintah dan gereja, yakni melayani serta memulihkan kehidupan masyarakat dan jemaat. Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan GMIT untuk menyinkronkan program-program pemerintah daerah dengan program jemaat.
“Kiranya persidangan ini menghasilkan keputusan-keputusan yang dapat dikolaborasikan dengan program-program Pemerintah Kabupaten Kupang,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Sinode GMIT Samuel Pandie dalam suara gembalanya mengajak seluruh pendeta dan peserta sidang untuk memanfaatkan momentum persidangan secara maksimal. Ia menekankan pentingnya membangun kekuatan komunitas sebagai fondasi pelayanan GMIT.
“Kawan-kawan, mari kita manfaatkan waktu ini sebaik-baiknya, memanfaatkan SBI, DPP, UPP, serta peran majelis klasis yang hadir,” ujarnya.
Menutup penyampaiannya, Ketua Majelis Sinode GMIT menegaskan kesiapan GMIT untuk terus bersinergi dengan pemerintah sebagai kekuatan bersama dalam melayani jemaat dan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....