Peran Duta Inspirasi Menuju Indonesia Emas 2045

  • 09 Feb 2026 16:31 WIB
  •  Kupang

RRI CO.ID,Kupang-Peran anak muda menjadi kunci dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045, terutama melalui ruang-ruang pengembangan diri yang mendorong keberanian, kepemimpinan, dan aksi nyata. Salah satu perwujudan peran itu hadir lewat Duta Inspirasi Indonesia yang memberi wadah bagi generasi muda dari 38 provinsi untuk belajar, bersuara, dan turun langsung ke masyarakat.

Duta Inspirasi Indonesia delegasi Nusa Tenggara Timur Batch 19, Natasha Reswita Sari, mahasiswi Program Studi Farmasi Universitas Esa Unggul dalam wawancara di program Talkspace Pro 2 RRI Kupang pada Selasa, 3 Februari 2026, menilai platform ini bukan sekadar ajang representasi daerah. Menurutnya, proses pembinaan melalui coaching, ruang aspirasi, dan program “Duta in Action” membentuk karakter pemuda yang siap berkontribusi nyata.

“Indonesia Emas 2045 bukan hanya soal angka tahun, tetapi tentang siapa yang bergerak hari ini. Anak muda tidak perlu menunggu sempurna untuk memulai, karena proses itulah yang membentuk kita,” ujar Natasha saat berbincang di RRI Pro 2 Kupang.

Ia menegaskan keberanian memulai menjadi fondasi penting sebelum berbicara soal prestasi. Dalam perjalanannya, Natasha mengikuti 12 sesi coaching, debat per provinsi, hingga perancangan program sosial yang langsung menyasar sekolah dan panti asuhan.

Bekal itu kemudian ia terapkan dengan mengedukasi remaja tentang leadership, public speaking, serta pentingnya percaya diri sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, isu ketimpangan akses pendidikan di wilayah timur, termasuk NTT, masih menjadi tantangan besar menuju 2045.

Natasha juga menyoroti ketimpangan akses pendidikan di wilayah timur sebagai tantangan nyata yang perlu diatasi bersama. Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal kurikulum, tetapi tentang sejauh mana anak muda diberi ruang untuk percaya diri, bermimpi besar, dan mengambil peran di lingkungannya.

Ia melihat banyak anak muda memiliki potensi, namun terkendala fasilitas, informasi, dan pendampingan yang belum merata. Tasya menambahkan  relevansi pendidikan tidak hanya diukur dari kurikulum, tetapi dari kesiapan generasi muda menghadapi dunia nyata.

“Ketimpangan ini bukan hanya soal bangku sekolah, tetapi soal kesempatan untuk percaya diri, berani bersuara, dan bermimpi besar. Pendidikan harus menjadi investasi jangka panjang yang merata,” jelasnya.

Sebagai mahasiswa farmasi, Tasya juga membawa perspektif kesehatan dalam mimpinya membangun NTT di masa depan. Ia percaya kombinasi ilmu kesehatan, kemampuan komunikasi, dan kepemimpinan akan melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara karakter.

Melalui perannya sebagai Duta Inspirasi Indonesia, Tasya berharap semakin banyak pemuda NTT berani keluar dari zona nyaman dan mengambil peran, baik di dalam maupun luar daerah. Baginya, Indonesia Emas 2045 akan lahir dari langkah-langkah kecil anak muda hari ini yang berani belajar, bergerak, dan memberi dampak di lingkungannya. (AK)

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....